Landasan Protokoler


LANDASAN/DASAR PELAKSANAAN TUGAS PROTOKOL

 

Petugas protokol dalam melaksanakan tugasnya tidaklah menurut kata hatinya sendiri atau menurut selera petugas protokol itu sendiri, melainkan setiap tindakannya harus selalu berpijak pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Adapun sumber pijakan operasional Protokol adalah :

a.       Persetujuan Internasional meliputi; Kongres Wina tahun 1815, Aix La Chapelle Tahun 1818, Vienna Convention on Diplomatic Relations Tahun 1961, Vienna Convention on Consular Relations tahun 1993.

b.      Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, meliputi;

Ø      Undang-undang No. 8 Tahun 1987 Tentang Protokol.

Ø      PP. No. 66 Tahun 1951 Tentang Lambang negara.

Ø      PP. No. 40 Tahun 1958 Tentang Bendera Kebangsaan RI.

Ø      PP. No. 41 Tahun 1958 Tentang Penggunaan Bendera asing..

Ø      PP. No. 42 Tahun 1958 Tentang Panji dan Bendera Jabatan.

Ø      PP. No. 43 Tahun 1958 Tentang Penggunaan Lambang Negara.

Ø      PP. No. 44 Tahun 1958 Tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Ø      PP. No. 62 Tahun 1990 Tentang Ketentuan tata tempat, tata upcara dan Tata Penghormatan.

Ø      Keppres RI. No. 18 Tahun 1992 Tentang Jenis-Jenis Pakaian Sipil.

Ø      Keppres RI. No. 10 Tahun 1986 Tentang Muspida.

Ø      Keppres RI. No. 50 Tahun 1990 Tentang Pengubahan atas Keppres RI. No. 18 Tahun 1972 Tentang Jenis-Jenis Pakaian Sipil.

Ø      Kepmen hankam/pangab No. Skep/569/V/1975 Tentang penetapan Berlakunya Sebutan dan Penggunaan Pakaian Seragam ABRI berikut atribut-atributnya.

Ø      Peraturan Mendagri No. 6 Tahun 1995 Tentang Tata Cara pelantikan Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah.

Ø      Keputusan Gubernur Kepala daerah Tingkat I Bali No. Um/I.b/103/1980 Tentang Pedoman Tata Tempat Bagi Pejabat-Pejabat Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali.

 

c.       Tradisi Adat Istiadat dan Kebiasaan Setempat.

d.      Azas Reciprocity (timbal balik).

e.      Kepribadian Kepala Negara/Pimpinan.

 

 

BAB II.

POKOK-POKOK KEPROTOKOLAN

2.1. KEGIATAN  PROTOKOL

Kegiatan protokol, diantaranya mengatur (UU No.8 Tahun 1987) :

1.       TATA RUANG, adalah pengatur ruang atau tempat yang akan dipergunakan sebagai tempat aktivitas. Ruang harus dipersiapkan sesuai ketentuan, tergantung dari jenis kegiatan, misalnya kegiatan upacara pelantikan serah terima jabatan akan berlainan dengan taat ruang yang akan dipergunakan untuk upacara wisuda sarjana.

A.     Perangkat keras, adalah berbagai macam perlengkapan yang diperlukan untuk maksud suatu kegiatan berupa meja, kursi/sofa,                        sound system/public address, dekorasi, permadani/karpet, bendera, taman, dan sebagainya.

B.     Perangkat lunak, antara lain personil/SDM yang terlibat dalam rangka pelaksanaan kegiatan suatu kegiatan seperti; penerima tamu, pemandu acara, petugas keamanan, petugas konsumsi dan sebagainya. Penunjang lain seperti; palu, gong, nampan/alasnya dan lain-lain.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

§         Ruang harus sesuai dengan kebutuhan (jumlah kursi dan meja);

§         Pengaturan pemasangan bendera kebangsaan Merah Putih, disesuaikan dengan ruangan;

§         Gambar Presiden dan Wakil Presiden;

§         Lambang Garuda Pancasila;

§         Papa nama petunjuk yang diperlukan;

§         Tata suara yang memadai, disesuaikan dengan tata ruang yang tepat;

§         Tata lampu yang mencukupi kebutuhan.

2.         TATA UPACARA, adalah tata urutan kegiatan yaitu bagaimana suatu acara harus disusun sesuai jenis kegiatannya. Untuk keperluan itu harus diperhatikan :

§           Jenis kegiatan;

§           Bahasa pengantar yang digunakan;

§           Materi aktivitas.

Dalam tata upacara, supaya direncanakan siapa yang akan terlibat dalam kegiatan upacara, personil penyelenggara dan alat penunjang lain. Pengisi acara misalnya; dalam memberikan sambutan, perlu diperhatikan jenjang jabatan mereka yang akan memberikan sambutan. Jauh sebelumnya harus sudah dihubungi untuk konfirmasi kesediaan mereka yang menyambut. Untuk kelancaran suatu ”upacara”, diperlukan seorang ”stage manager” yang bertugas menjadi penghubung antara pembawa acara dan pelaksana upacara.

3.       TATA TEMPAT (PRESEANCE), adalah ketentuan atau norma yang berlaku dalam hal tata duduk pejabat, yang biasanya didasarkan atas kedudukan ketatanegaraan dari pejabat yang bersangkutan, kedudukan administratif/struktural dan kedudukan sosial. Tata urutan tempat duduk di Indonesia di atur dengan Keputusan Presiden Nomor 265 Tahun 1968. Tata tempat duduk, mempunyai aturan dasar. Tata tempat (Preseance) urutan siapa saja yang berhak mendapatkan proiritas dalam urutan atau siapa saja yang berhak lebih didahulukan.

Orang yang mendapatkan tempat untuk didahulukan adalah seseorang karena jabatan, pangkat, dan derajatnya di dalam pemerintahan atau masyarakat.

Menentukan tempat duduk seseorang dalam acara resmi ada aturannya antara lain sebagai berikut :

1.      Orang yang berhak mendapatkan tata urutan yang pertama adalah mereka yang mempunyai urutan paling depan atau paling mendahului.

2.      Jika mereka berjajar, yang berada disebelah kanan dari orang yang mendapat urutan tata tempat paling utama dan paling tinggi/mendahului orang yang duduk disebelah kirinya (sebelah kanan dari orang yang paling utama dianggap lebih tinggi dari tempat sebelah kiri).

3.      Jika menghadap meja, tempat utama adalah yang menghadap ke pintu keluar dan tempat terkahir adalah tempat yang dekat dengan pintu keluar.

4.      Dalam pengaturan tata tempat suatu jajaran (dari sisi ke sisi):

§         Bila dua orang yang kanan yang pertama.

§         Bila tiga orang yang tengah yang pertama.

§         Bila empat orang     = 4.2.1.3.

§         Bila lima orang        = 5.3.1.2.4.

§         Bila enam orang      = 6.4.2.1.3.5.

§         Bila tujuh orang       = 7.5.3.1.2.4.6.

5.      Jika berjajar pada garis yang sama, tempat yang paling utama adalah tempat sebelah kanan luar, tempat paling tengah.

6.      Apabila naik kendaraan, orang paling utama;

Tata urutan memasuki kendaraan bagi undangan resmi atau kenegaraan memerlukan perhatian dan penanganan khusus bahkan perencanaan yang matang. Tipe kendaraan juga mempengaruhi pengaturan tersebut. Peranan pengemudi, ia juga harus mengenal pengetahuan protokoler, termasuk penampilannya.

Berikut ini beberapa cara bagaimana memasuki pesawat udara, kapal laut, kendaraan mobil atau kereta api;

§         Di Kapal Terbang               = naik akhir, turun paling dahulu.

§         Di Kapal Laut                     = naik dan turun paling dahulu.

§         Di Mobil / KA                    = naik dan turun paling dahulu.

7.      Kedatangan dan pulang: orang yang paling dihormati, selalu datang paling akhir dan pulang paling dahulu.

8.      Jajar kehormatan : orang yang paling dihortmati harus datang dari arah sebelah kanan dari pejabat yang menyambut. Bila orang yang paling dihormati yang menyambut tamu, tamu akan datang dari sebelah kirinya

9.      Tata tempat bagi seseorang diambil berdasarkan :

a.    Letak kendaraan mobil :

Pintu kanan mobil berada di arah pintu ke luar gerbang, tata tempat pejabat dalam kendaraan prinsipnya tamu yang dihormati ditempatkan/duduk disebelah kanan, tetapi apabila diperlukan penyesuaian dengan tata letak gedung maka tamu yang terhormat diatur duduk sebelah kiri.

b.    Tata tempat suami/istri pejabat ;

Apabila dalam acara kenegaraan/resmi, pejabat didampingi isteri/suami, maka suami/isteri mendapat tata temat sesuai dengan urutan tata tempat suami/isteri yang menjabat.

c.    Tata tempat bagi pejabat yang diwakili :

§         Dalam hal pejabat Negara, pejabat Pemerintah atau tokoh masyarakat tertentu berhalangan hadir, tempatnya tidak diisi pejabat yang mewakili.

§         Pejabat yang mewakili mendapat tempat sesuai dengan kedudukan sosial dan pejabat yang dimiliki.

Tata tempat bagi pejabat disesuaikan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi, karena itu tidak mungkin diatur keseluruhannya secara terperinci dan tertulis, namun harus disesuaikan terus dengan kebiasaan yang berkembang dan memperhatikan pula norma-norma dan kebiasaan yang berlaku.

Contoh: Denah Tata Tempat Duduk di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional :

B.     Tata Tempat Duduk pada Posisi Ganjil

6 4 2 1 3 5 7

Keterangan :

1.      Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).

2.      Sekretaris Jenderal (Sekjen).

3.      Inspektoral Jenderal (Irjen).

4.      Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen Dikdasmen).

5.      Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

6.      Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (Dirjen PLS).

7.      Direktur Jenderal Olah raga (Dirjen Olah raga).

 

C.     Tata Tempat Duduk pada Posisi Genap :

7

5

3

1

2

4

6

8

Keterangan :

1.      Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).

2.      Sekretaris Jenderal (Sekjen).

3.      Inspektoral Jenderal (Irjen).

4.      Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen Dikdasmen).

5.      Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

6.      Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (Dirjen PLS).

7.      Direktur Jenderal Olah raga (Dirjen Olah raga).

8.      Kepala Penelitian dan Pengembangan (Kalitbang) Depdiknas.

TATA URUTAN MEMBERIKAN SAMBUTAN

Urutan dalam memberikan sambutan dalam acara resmi adalah dimulai dari yang terendah tingkat kedudukan / jabatannya dan yang terakhir yang tertinggi / paling utama.

JAJAR KEHORMATAN

  1. Orang yang paling dihormati harus datang dari arah sebelah kanan dari pejabat yang menyambut.
  2. Apabila orang yang paling dihormati adalah yg menyambut tamu, maka tamu akan datang dari sebelah kiri.
  3. Tata urutan dalam jajar kehormatan untuk penerimaan yaitu orang yang paling utama adalah yang menjabat tangan / menyambut pertama kali dan seterusnya sesuai dengan urutannya.
  4. Tata urutan dalam jajar kehormatan untuk pelepasan yaitu orang yang paling utama adalah yang menjabat tangan / melepas paling akhir.

Catatan :

Siapa Saja yang menjadi Prioritas ??

Mereka yang memiliki jabatan dan pangkat tertentu (VIP) dan juga memiliki derajat tertentu (Very Important Citizen). Umumnya kedudukan itu dipeoleh dari kepemilikan tanda jasa dan jabatan.

2.2. JENIS-JENIS KEGIATAN

Jenis-jenis kegitan yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri P&K        No. 0298 Tahun 1984, tentang protokoler yang tadinya digunakan dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan Nasional (dahulu P&K), tiga tahun kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1987 tentang protokoler.

Jenis-jenis kegiatan protokoler tersebut meliputi;

1.      Umum / Kenegaraan;

Jenis kegiatan yang bersifat umum, dapat pula berlaku di tingkat Universitas /Perguruan Tinggi/Kedinasan Instansi, antara lain berbentuk:

§         Upacara Pelantikan dan serah terima Jabatan;

§         Upacara penandatanganan Naskah Kerjasama (MoU);

§         Upacara sumpah Pegawai;

§         Upacara Peresmian/Pembukaan Gedung Baru;

§         Peresmian Pembukaan Seminar, simposium, Diskusi dan sebagainya.

2.      Universitas / Perguruan Tinggi/ kedinasan Instansi.

Jenis kegiatan yang bersifat Universitas / Perguruan Tinggi :

§         Kegiatan Dies Natalis;

§         Upacara Wisuda Sarjana;

§         Upacara Pengukuhan Guru Besar;

§         Upacara Promosi Doktor / Doktor Honoris Causa;

§         Penyemayaman dan Pemakaman Guru Besar;

§         Penerimaan Mahasiswa Baru;

§         Pemberangkatan KKN, KKL, PKL Mahasiswa, dan lain-lain.

2.3. KEGIATAN DAN PELAKSANAAN UPACARA

Berikut ini akan di uraikan beberapa contoh jenis kegiatan yang bersifat umum :

A. Nama kegiatan : Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan.

Jenis kegiatan ini banyak terjadi di kalangan pemerintah dan perguruan tinggi.

Yang perlu diperhatian antara lain :

1.      Tata ruang;

2.      Kelengkapan upacara; dan

3.      Urutan/Susunan Acara :

Ø      Pembukaan;

Ø      Pembacaan surat Keputusan (tidak dibaca keseluruhan);

Ø      Pelantikan pejabat baru, didahului dengan pengambilan sumpah jabatan menurut agama/kepercayaan yang dilantik, diampingi rohaniawan yang bersangkutan, kemudian penandatangan, saksi;

Ø      Pembacaan naskah berita acara serah terima;

Ø      Penandatangan berita acara;

Ø      Sambutan tunggal pejabat yang melantik;

Ø      Penutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat baru dan pejabat lama;

Ø      Ramah-tamah.

Adakalanya di dalam acara setelah penandatangan naskah berita acara, diselipkan penyerahan memorandum akhir jabatan dari pejabat yang lama kepada yang melantik dan atau penyematan tanda jabatan yang berupa kalung atau lencana jabatan oleh pejabat yang melantik.

B. Nama kegiatan ; Upacara Penandatangan Naskah Kerjasama ( MoU ).

Yang perlu diperhatian adalah :

1.      Tata ruang;

2.      Kelengkapan upacara;

3.      Urutan upacara :

a)      Pembukaan;

b)      Pembacaan naskah Kerjasama oleh petugas;

c)      Penandatangan naskah kerjasama oleh Pemimpin;

d)      Saling menyerahkan naskah kerjasama;

e)      Sambutan-sambutan;

Ø      Sambutan tuan rumah;

Ø      Sambutan pihak tamu;

Ø      Ramah-tamah.

f)        Penutup.

C. Nama kegiatan : Penyelenggaraan Seminar dan Simposium.

Seminar adalah pertemuan ilmiah untuk membahas suatu masalah tertentu. Dalam seminar hal yang pokok adalah terdapatnya makalah atau paper yang dibahas. Untuk itu diperlukan penyaji bahan makalah, moderator yang mengatur jalannya seminar dan  pembahas untuk setiap jenis makalah dan panitia pengarah, yang akan membuat kesimpulan mengenai hasil seminar.

Berkaitan dengan seminar, protokoler bertugas memperhatikan tata ruang, tata tempat dan perlengkapan seminar.

Mengenai urutan acara, secara protokoler diatur sebagai berikut :

§         Pembukaan seminar diresmikan oleh pejabat terkait, dihadiri undangan dan peserta seminar;

§         Pembukaan upacara seminar, diikuti peserta seminar, membahas sesuatu topik berupa makalah. Susunan ruangan, tempat pengaturannya berbeda dengan upacara pembukaan pada saat seorang pejabat resmi membuka (sekitar satu jam);

§         Dengan kata lain penyelenggaraan seminar dibagi dalam dua kegiatan, seminar dibuka seorang pejabat dan seminar di pimpin seorang moderator dan kemungkinan terdapat beberapa penyaji dengan makalah yang berbeda (biasanya pejabat dan undangan tidak hadir dalam seminar tersebut).

Hal-hal yang perlu diketahui protokol:

§         Tata busana dalam suatu seminar, pada upacara pembukaan hendaknya PSL (pakaian sipil lengkap), sedangkan dalam persidangan seminar, pakaian rapih;

§         Protokol dalam acara ini hendaknya dapat mengatur akomodasi setiap peserta seminar, juga tiket kepulangan serta penjemputan, kedatangan dan keberangkatan;

§         Urutan/Susunan Acara :

1.      Pembukaan;

2.      Sambutan-sambutan;

a)      Panitia pelaksana;

b)      Pejabat atasan pelaksana seminar dilanjutkan dengan peresmian pembukaan seminar;

c)      Istirahat;

d)      Pidato pengarahan pejabat tertentu;

e)      Persidangan seminar.

SIMPOSIUM

Sejenis seminar, hanya perbedaannya adalah dalam suatu acara simpsium disamping disajikan makalah, juga dilakukan suatu forum yang disebut sebagai ”floor” artinya pembahasan tidak hanya dilakukan seorang atau dua pembahas, melainkan peserta simposium juga dilibatkan.

Didalam simposium tidak dilakukan suatu kesimpulan sebagai hasil pertemuan yang diumumkan. Tata cara, tata ruang dan tata tempat tidak jauh berbeda dengan bentuk seminar.

D. Nama kegiatan : Wisuda Sarjana

Penyelenggaraan upacara wisuda sarjana, nampaknya di berbagai Perguruan Tinggi sudah lazim, namun menurut pengamatan, masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi, yaitu tata cara protokolernya, maupun teknis pelaksanaan tata cara itu sendiri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

§         Tata ruang, dibagi tiga bagian yaitu; tata ruang untuk kelompok Pimpinan Universitas, untuk kelompok Wisudawan dan kelompok orang tua wisudawan;

§         Tata tempat;

§         Perlengkapan yang diperlukan;

§         Tata busana;

§         Tata Upacara;

1)      Pembukaan oleh Rektor;

2)      Pelantikan wakil lulusan/sarjana utama oleh Rektor, didahului oleh amanat Rektor;

3)      Penyampaian ijazah;

4)      Sambutan-sambutan.

E. Nama kegiatan : Upacara Promosi Doktor

Upacara semacam ini di atur oleh Departemen Pendidikan Nasional, hanya diperkenankan kepada Perguruan Tinggi tertentu yang memiliki program studi Pascasarjana, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

§         Tata ruang;

§         Tata tempat;

§         Seorang pedel/ pembawa barisan tim penguji, yang juga akan mengatur jalannya ujian promosi;

§         Tata busana;

§         Tata upacara.

F. Nama kegiatan : Upacara Pengukuhan Guru Besar

Seseorang sebelum dikukuhkan sebagai Guru besar, terlebih dahulu dilakukan Upacara pelantikan yang bersangkutan sebagai Guru Besar. Sekaligus sebagai anggota Senat universitas. Hal tersebut dilakukan dengan suatu upacara yang didahului suatu rapat senat Universitas. Biasanya dasar yang dipakai untuk melantik seseorang sebagai Guru Besar adalah Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.

Hal-hal yang perlu diperhatikan secara protokoler adalah sebagai berikut :

Ø      Tata ruang;

Ø      Tata tempat;

Ø      Tata busana;

Ø      Tata Upacara.

G. Nama kegiatan : Upacara Bendera

Upacara dapat dilakukan pada hari yang dianggap penting seperti hari peringatan yang bersifat nasional maupun lokal.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

§         Tata ruang; biasanya dilakukan di lapangan terbuka.

§         Tata perlengkapan seperti; bendera, mimbar upacara, sound system, naskah-naskah yang akan dibacakan / diucapkan, petugas pengibar bendera, komandan upacara dan sebagainya.

§         Tata busana (menyesuaikan).

§         Tata urutan upacara.

Catatan penting yang wajib diketahui terkait dengan Upacara bendera:

v           Bendera Kebangsaan

Peraturan mengenai bendera kebangsaan Indonesia, diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia :

1.      Ukuran, Penggunaan dan Waktu Penggunaan;

2.      Pemasangan Bendera Kebangsaan pada suatu pertemuan;

3.      Penggunaan Bendera Kebangsaan bersama-sama dengan Panji-Panji atau Bendera Jabatan;

4.      Penggunaan Bendera Kebangsaan di Kapal;

5.      Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing;

6.      Ketentuan tentang panji dan Bendera Jabatan.

v           Lambang Kebangsaan

Lambang Negara diatur dengan Peraturan pemerintah No. 66 Tahun 1951.

Beberapa hal yang perlu diketahui dari PP No. 66/1951 sebagai berikut:

1.      Uraian lambang Negara.

2.      Penggunaan Lambang Negara.

3.      Lambang Negara dipakai juga untuk keperluan; paspor, cap jabatan Presiden/Wakil Presiden dan pejabat tinggi Negara lainnya, mata uang, Ijazah, barang-barang milik Negara, surat-surat izin kapal, di lencana dan lain sebagainya.

4.      Larangan penggunaan Lambang Bhineka Tunggal Ika, sebagai perhiasan, cap dagang, reklame dagang atau propaganda politik, sebagai lambang perseorangan, perkumpulan organisasi swasta.

v           Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Peraturan yang mengatur tentang Lagu Kebangsaan Indonesia raya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958. Peraturan ini dimaksud agar terdapat keseragaman tentang nada, irama, musik iringannya, kata-kata dan gubahannya.

Beberapa ketentuan antara lain :

1.      Penggunaan Lagu Kebangsaan bersama dengan lagu Kebangsaan Asing.

2.      Penggunaan Lagu Kebangsaan Negara asing.

3.      Tata tertib dalam Penggunaan Lagu Kebangsaan.

H. Nama kegiatan : Upacara Jamuan Makan

Terdapat dua macam bentuk jamuan yaitu;

1.      Jamuan makan siang (Luncheon party);

2.      Jamuan makan malam (Dinner party).

Penyelenggaraan Tata tempat duduk dapat dilakukan dengan :

Ø      Meja berkelompok lima sampai enam orang tiap meja;

Ø      Satu atau dua meja makan prasmanan (self service);

Ø      Meja besar satu atau dua, dengan lebih dari sepuluh kursi untuk makan bersama. Hidangan disajikan oleh pelayan (pramusaji).

Ø      Dalam tata tempat (preseance) dalam jamuan makan tidak mutlak, karena hal ini sifatnya non-formal. Namun, pedoman dapat diberikan untuk diketahui.

Materi Naskah MC


Untuk menjadi pembawa acara yang baik perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini :

1. Penampilan (Performance)
Dengan penampilan yang menarik, penonton atau pendengar tidak cepat merasa bosan.
2. Sikap
Sikap pembawa acara hendaknya mampu menjadi penghubung antara kepentingan penonton dan pelaku kegiatan yang ditampilkannya.
3. Bahasa
Tanpa dibekali kepandaian dalam memerankan kepintaran berbahasa, seorang pembawa acara tidak akan berhasil mengantarkan sebuah acara yang baik, bahkan sering menimbulkan kejengkelan pemirsanya.
4. Wawasan
Seorang pembawa acara dituntut memiliki wawasan yang kuat dan luas. pembawa acara yang tidak memiliki wawasan yang luas terkesan picik, ragu, bahkan terlihat bengong dan terbatas.

Contoh Naskah Pembawa Acara
PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI

Yang kami hormati Bapak Lurah Palangrejo,
Bapak Carik Palangrejo,
Bapak-bapak Ketua RW seluruh Palangrejo,
Ibu-ibu, Bapak-bapak dan hadirin yang kami muliakan,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat malam dan selamat sejahtera, dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, marilah kita bersama-sama berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan rahmat-Nyalah kita semua bisa hadir bersama-sama di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat.

Atas nama panitia kami menyampaikan terima kasih kepada hadirin, yang telah dengan tulus ikhlas menyempatkan diri menghadiri undangan kami dalam rangka ikut bersama-sama memeriahkan, memperingati hari besar nasional, hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indnesia yang ke-… yang kita cintai bersama ini. Semoga amal baik Bapak-bapak, Ibu-ibu dan hadirin semuanya itu mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin!

Hadirin yang kami muliakan, untuk memanfaatkan waktu baiklah segera saja kami bacakan susunan acara malam ini sebagai berikut :

1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Mengheningkan cipta
4. Sambutan Bapak Ketua Panitia
5. Sambutan Bapak Lurah Palangrejoa
6. Pembagian hadiah
7. Pembacaan doa
8. Acara hiburan, dan
9. Penutup

Demikianlah susunan acara tersebut, selanjutnya marilah kita sama-sama masuk ke acara berikutnya, yakni acara kedua ialah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Untuk itu rekan kami Saudara Iwan Syamsudi kami persilahkan memimpinnya, dan hadirin kami persilahkan berdiri.

***** ACARA MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA *****

Terima kasih, hadirin kami persilahkan tetap berdiri sejenak, sementara itu Saudara Iwan Syamsudi akan memimpin acara mengheningkan cipta. Kami persilahkan!

***** ACARA MENGHENINGKAN CIPTA *****

Terima kasih, hadirin kami persilahkan duduk! Bapak-bapak. Ibu-ibu, dan hadirin yang kami muliakan, tibalah sekarang acara berikutnya, yakni sambutan-sambutan. Sambutan pertama ialah dari Bapak Ketua Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-…. Untuk itu kami persilahkan yang terhormat Bapak Drs.
Muntohar.

***** SAMBUTAN BAPAK KETUA PANITIA *****

Terima kasih, Bapak Drs. Muntohar, acara berikutnya ialah sambutan Bapak Lurah Palangrejo. Untuk itu segera kami berikan kesempatan ini kepada Bapak Lurah. Yang kami hormati Bapak Haji Imron kami persilahkan!

***** SAMBUTAN BAPAK KEPALA DESA *****

Demikian hadirin sambutan Bapak Kepala Desa Palangrejo, semoga kita semuanya mampu melaksanakan semua himbauan yang disampaikan Bapak Lurah tadi. Terima kasih Bapak Haji Imron. Hadirin yang kami hormati, acara berikutnya ialah pembagian hadiah. Pembagian hadiah ini merupakan hasil lomba yang diselenggarakan oleh adik-adik kita Karang Taruna, yang dengan sukses ikut partisipasi secara aktif memeriahkan peringatan ulang tahun kemerdekaan ini. Untuk itu acara berikut kami serahkan sepenuhnya kepada adik Irawan Marsyidi, ialah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Adik Irawan kami persilahkan!

***** ACARA PEMBAGIAN HADIAH OLEH KARANG TARUNA *****

Acara demi acara telah kita lampaui. Sebelum menuju ke arah puncak, baiklah kita ikuti dahulu acara pembacaan doa, yang dalam hal ini akan dipimpin oleh Bapak Modin selaku sesepuh desa. Untuk itu yang kami hormati Bapak H. Mohammad Syaifullah kami persilahkan!

***** ACARA PEMBACAAN DOA *****

Terima kasih, Bapak H. Mohammad Syaifullah.
Hadirin yang kami hormati, tibalah sekarang pada acara yang kita tunggu-tunggu bersama, ialah acara hiburan yang akan ditampilan oleh adik-adik remaja desa kita. Untuk itu kami persilahkan hadirin mengikutinya sambil duduk santai dan menikmati hidangan yang telah kami sediakan. Sepenuhnya acara ini segera saja kami serahkan kepada pemandu acara Saudara kita Irfan Mursyid.

Atas nama panitia, kami mohon maaf jika seluruh acara malam ini masih belum sempurna. Dalam kesempatan terakhir ini sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada hadirin. Semoga puas dan berbahagia menikmati acara malam ini. Untuk acara hiburan, inilah Saudara Edy Manan. Kami persilahkan! Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum Wr. Wb.

***** ACARA HIBURAN, DITERUSKAN DENGAN PENUTUP *****

 

Contoh Naskah Pembawa Acara
PESTA RESEPSI PERNIKAHAN/PERKAWINAN

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Pengantin berdua yang kami sayangi,
Bapak Abdulah Faqih sohibul hajat yang kami hormati,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah dengan tulus ikhlas kita bersama-sama bersuyukur kepada Allah SWT, atas rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, atas rizki dan karunia-Nya kepada kita semuanya, sehingga dalam malam yang berbahagia penuh barokah ini kita seluruhnya dapat berkumpul bersama-sama mensyukuri sekaligus menyaksikan malam resepsi pernikahan mempelai berdua, ananda Agung Wiranata dan Siti Zulaika.

Hadirin yang berbahagia, pada malam yang berbahagia ini pula, telah kami susun acara resepsi pernikahan ini sebagai berikut :

1. Pembukaan, yang sekaligus telah kami bawakan
2. Pembacaan Kalam Illahi dilanjutkan dengan sari tilawah
3. Sambutan pihak mempelai Pria
4. Sambutan pihak mempelai Wanita
5. Santapan rohani
6. Pembacaan doa
7. Malam ramah tamah
8. Santap malam bersama, dan
9. Penutup

Untuk memanfaatkan waktu, marilah kia mulai saja acara selanjutnya, yakni pembacaan Kalam Illahi dan sari tilawah, yang segera akan dibawakan oleh adik kami berdua nanda Dewi Lestari dengan Ricky Prasetyo. Untuk itu segera saja kami persilahkan nanda berdua tersebut, adik Dewi Lestari dan Ricky Prasetyo kami persilahkan.

***** PEMBACAAN KALAM ILLAHI DAN SARI TILAWAH *****

Hadirin yang kami hormati, sebagaimana layaknya adat kita maka atas nama keluarga mempelai wanita memberikan kesempatan kepada pihak mempelai pria untuk memberikan sekapu sirih, sebagai amanat keluarga menyerahkan pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita. Untuk itu segera saja kami serahkan kepada yang mewakilinya. Yang terhormat wakil keluarga pengantin pria kami persilahkan!

***** SAMBUTAN WAKIL PENGANTIN PRIA *****

Terima kasih Bapak Drs. Widodo yang telah dengan ikhlas penuh kesungguhan telah menyampaikan amanat pengantin pria sekeluarga kepada Bapak Mohammada Amin sebagai orang tua pengantin wanita.
Selanjutnya, kiranya tepat sekali jika segera kesempatan berikutnya kamiserahkan kepada pihak keluarga pengantin wanita, yang dalam hal ini akan diwakili oleh Bapak Mohammad Amin. untuk itu yang terhormat Bapak Mohammad Amin kami persilahkan!

***** SAMBUTAN WAKIL PENGANTIN WANITA *****

Hadirin dan hadirat yana kami muliakan. Sementara pengantin mempelai berdua bersanding menikmati belaian kasih bak raja sehari di singgasana, kami persilahkan hadirin menikmati hidangan yang telah disajikan.
Selanjutnya seiring doa semoga mempelai berdua berbahagia bersama keluarga selamanya di atas ridla Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, marilah sejenak kita jelang acara berikutnya, yakni ceramah agama, sekapur sirih santapan rohani tentang suka dan duka membentuk mahligai bersama bak sebuah bahtera yang senantiasa tidak sepi menerpa dan diterpa gelombang untuk menuju ke pantai impian. Untuk itu hadirin kami persilahkan mencermati dan menghayati ceramah agama yang akan
segera disampaikan oleh Bapak Kyai H. Ali Imron. Selamat mengikuti ceramah agama, dan Bapak Kyai H. Ali Imron yang terhormat kami persilahkan!

***** CERAMAH AGAMA OLEH BAPAK KYAI *****

Terima kasih Bapak Kyai H. Ali Imron, semoga nasehat, petuah dan kajian Bapak tadi dapat dinikmati, dihayati, dan diamalkan tidak saja oleh mempelai berdua saja, namun juga mudah-mudahan dapat diamalkan oleh para hadirin dan hadirat. Amin!
Hadirin yang kami muliakan, agar mendapat syafaat dan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, maka marilah kita berdoa bersama-sama sekaligus mendoakan semoga pengantin berdua benar-benar hidup sejahtera lahir dan batin selamanya di dunia hingga akhirat, beserta sejawat, keluarga, dan kedua orang tua masing-masing. Untuk itu kami persilahkan Bapak Kyai H. Ali Imron, kiranya berkenan memimpin doa. Bapak Kyai H. Ali Imron kami persilahkan!

***** ACARA PEMBACAAN DOA BERSAMA *****

Terima kasih Bapak Kyai H. Ali Imron. Hadirin yang berbahagia, agaknya pengantin mempelai berdua akan segera memperkenalkan diri kepada hadirin. Sambil menikmati hidangan marilah kita jelang saja acara malam ramah tamah ini dengan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang kemudian dilanjutkan dengan santap malam bersama.

Untuk semuanya itu maka segera kami persilahkan dengan hormat hadirin secara bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, kami persilahkan.

***** ACARA PEMBERIAN SELAMAT *****

Sambil menungg selesainya acara pemberian ucapan selamat, maka kami persilahkan hadirin yang sudah selesai menuju ke tempat hidangan yang sudah kami persiapkan. Selanjutnya kami persilahkan hadirin menikmati hidangan tersebut.
Selamat bersantap malam.

***** ACARA SANTAP MALAM BERSAMA *****

Hadirin dan hadirat yang kami muliakan, dengan selesainya seluruh acara demi acara malam resepsi pernikahan nanda mempelai berdua, Siti Zulaika dan Agung Wiranata maka berakhirlah resepsi malam ini. Dengan hormat, kami atas nama keluarga menyampaikan banyak-banyak terima kasih, kami persilahkan hadirin menikmati hidangan hingga selesai.

Atas nama keluarga mempelai berdua, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, mohon maaf sebesar-besarnya jika saja ada sesuatu dalam resepsi ini yang kurang atau tidak berkenan di hati hadirin dan hadirat.

Terima kasih, Wassalamualaikum wr. wb.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, kiranya sangat patut kita berterima kasih kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemurah atas rahmat dan karunia-Nya sehingga hingga detik ini kita semuanya yang ada di ruangan ini senantiasa mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani, khususnya dalam rangka memenuhi undangan sohibul hajat, selamatan tasyakur atas hamil pertama ( tingkepan ) putra Bapak Imam Mustofa sekalian.

Selanjutanya marilah kita panjatkan doa kepada arwah junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, semoga arwah beliau senantiasa mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Hadirin yang kami muliakan, atas nama keluarga Bapak Imam Mustofa, kami mengucapkan sekali lagi rasa terima kasih, atas ringan kaki dan luangan waktu hadirin sehingga tidak uzur menghadiri acara pada malam ini. Semoga amalan hadirin itu senantiasa dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kaya. Amin!

Untuk memanfaatkan waktu, maka segera saja kami bacakan susunan selengkapnya acara tasyakur hamil pertama adik kita tersayang Futhilatul Qoiriyah pada malam ini sebagai berikut :

1. Pembacaan gema Wahyu Illahi, yang diteruskan dengan sari tilawah oleh nanda Ahmad Subari
2. Sambutan Saudara Toha Afifi selaku suami Saudara Futhilatul Qoiriyah
3. Ceramah agama tentang hakekat tasyakur hamil pertama (tingkepan)
4. Doa bersama
5. Ramah tamah yang diteruskan dengan selamatan (tumpengan)
6. Penutup

Hadirin sekalian yang kami hormati, untuk memanfaatkan waktu marilah kita mulai saja acara selanjutnya, yakni gema Wahyu Illahi sekaligus sari tilawah. Untuk itu kami persilahkan adik kita Futhilatul Qoiriyah dan Ahmad Subari!

***** PEMBACAAN AYAT SUCI AL QUR’AN DAN PEMBACAAN SARI TILAWAH *****

Terima kasih adik Futhilatul Qoiriyah dan adik Ahmad Subari, semoga bacaan tersebut bermanfaat bagi pembacanya dan sekaligus bermanfaat pula bagi kita semua yang mendengarkannya. Amin!

Hadirin yang kami muliakan, berikut ini sebagai ungkapan rasa syukur, kiranya Saudara Abdul Rohim akan memberikan sambutan, sepatah dua kata, dengan penuh harap agar istri tercintanya mendapat kekuatan sehingga pada saatnya nanti bisa lahir dengan membawa berkah di atas ridla Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.

Untuk itu segera saja kesempatan ini kami berikan kepada Saudara Abdul Rochim. Yang terhormat Saudara Abdul Rochim kami persilahkan!

***** SAMBUTAN SAUDARA ABDUL ROCHIM *****

Terima kasih Saudara Abduk Rochim, selanjutnya marilah kita jelang acara yang kita tunggu-tunggu ini, yakni ceramah agama, sekapur sirih santapan rohani, yang akan dibawakan oleh ustad Bapak Kyai H. Samsul Bahri, dengan membawa tema hakekat tasyakur hamil pertama seorang istri. Untuk itu yang terhormat Bapak Kyai H. Samsul Bahri kami persilahkan!

***** CERAMAH AGAMA TASYAKUR HAMIL PERTAMA *****

Hadirin yang kami muliakan, agar lebih mantap dan memberikan keyakinan kepada calon Bapak dan calon Ibu dari bayi yang dikandung oleh Saudara Marsuroh, maka kiranya tepat jika acara ini kita akhiri dengan doa bersama, semoga kehendak yang baik dari suami istri ini terkabulkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih.

Untuk itu kami persilahkan Bapak Kyai H. Samsul Bahri memimpin doa. Yang terhormat Bapak Kyai H. Samsul Bahri kami persilahkan!

***** PEMBACAAN DOA BERSAMA *****

Terima kasih Bapak Kyai H. Samsul Bahri. Hadirin sekalian yang kami hormati, sampailah kita pada acara ramah tamah, yang dilanjutkan dengan selamatan (tumpengan). Atas nama keluarga Abduk Rochim kami menyampaikan terima kasih, jika ada hal-hal yang kurang berkenan kami mohon maaf.

Billahi taufiq walhidayah, Wassalamualaikum Wr. Wb.

Contoh Naskah Pembawa Acara
TASYAKURAN MENEMPATI RUMAH BARU

Hadirin sekalian yang kami hormati,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim, sepantasnyalah jika ada kesempatan yang berbahagia ini kita bersama-sama mengucapkan rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya, atas berkah dan rizki-Nya yang dilimpahkan kepada kita, sehingga hingga detik ini masih diperkenankan berkumpul bersama, khususnya dalam rangka memenuhi undangan Bapak Mahmud Iskandar.

Adapun hajat Bapak Mahmud Iskandar ialah tasyakur atas kepindahannya di rumah baru ini. Walaupun pertemuan ini bersifat silaturahmi, maka kami telah susunkan acara sebagai berikut :

1. Pembukaan, yang oleh Bapak Mahmud Iskandar telah diwakili sekaligus kepada kami.
2. Sambutan sepatah dua kata dari Bapak Mahmud Iskandar
3. Sambutan Bapak Ketua RT sebagai pimpinan masyarakat
4. Doa bersama, kemudian
5. Penutup sekaligus selamatan

Agar waktu selanjutnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya maka segera kami buka saja dengan acara kedua, yakni sambutan Bapak Mahmud Iskandar selaku kepala keluarga. Untuk itu, yang terhormat Bapak Mahmud Iskandar kami persilahkan!

***** SAMBUTAN BAPAK MAHMUD ISKANDAR *****

Terima kasih Bapak Mahmud Iskandar, selanjutnya hadirin kami persilahkan sejenak mendengarkan sepatah dua kata sambutan Bapak Ketua RT sebagai penerima keluarga Bapak Mahmud Iskandar sebagai anggota bari di tengah-tengah masyarakat sekitar ini. Selanjutnya yang terhormat Bapak Kasnan kami persilahkan!

***** SAMBUTAN BAPAK KETUA RT *****

Demikianlah hadirin sekalian, sambutan Bapak Ketua RT kita, yang dalam hal ini dilakukan oleh Bapak Kasnan. Terima kasih Bapak Kasnan.
Hadirin sekalian, agar hajat dan kehendak Bapak Mahumud Iskandar sekeluarga terkabul maka marilah kita doakan bersama semoga Bapak Mahmud Iskandar sekeluarga dalam menempati rumah yang baru ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT, senantiasa mendapatkan kekuatan, ketenangan lahir dan batin, banyak rizqi atas ridla Allah SWT. Amin!

***** ACARA PEMBACAAN DOA BERSAMA *****

Hadirin sekalian demikianlah acara di dalam rangka hajat Bapak Mahmud Iskandar sekeluarga menempati rumah baru ini. Selanjutnya atas nama keluarga Bapak Mahmud Iskandar, kami persilahkan beramahtamah sekaligus menikmati hidangan ala kadarnya.

Sekali lagi atas nama sohibul hajat, kami mengucapkan terima kasih atas keikhlasan hadirin, mohon maaf jika ada yang kurang atau tidak berkenan.

Wabillahitaufiq walhidayah, wassalamualaikum wr. wb.

Seminar sehari kenakalan remaja

Assalamualaikum Wr. Wb

Saudara-saudara yang kami hormati, sebagimana tercantum dalam undangan, seminar sehari tentang pendidikan sex di sekolah pada hari ini mengambil tema sentral “Perlukah pendidikan tema sentral di sekolah?” Untuk itu semua tentu sangat membutuhkan informasi sekaligus sebagai upaya menyamakan peersepsi sehingga tidak menimbulkan masalah baru yang justru menjauhkan kita dari konsep sex ditinjau dari dunia pendidikan sebagaimana yang kita harapkan bersama.

Sebelum memasuki masalh intinya, baiklah kami perkenalkan dahulu para pakar yang akan berbicara mengetengahkan buah pikiran dan pendapatnya.

Pertama, di sebelah kanan kami adalah bapak Suprapto yang telah memiliki kredibilitas tinggi khususnya di bidang sexologi. Adapun pendidikan yang ditempunya ialah terakhir sebagai alumnus Universitas Indonesia bidang sexologi (sebutkan seluruh pendidikan yang relevansinya dengan pokok pembicaraan). Pekerjaan sehari-hari ialah sebagai konsultan khusus bidang masalah penanganan sex secara psikologis. (sebutkan pengalaman-pengalaman lain yang ada hubungannya dengan pokok pembicaraan).

Selanjutnya yang kedua, duduk di sebelah kiri kami ialah Ibu Dra. Indah Mulyani yang sehari-harinya lebih dikenal oleh masyarakat sebagai seorang psikolog. Beliau memiliki segudang pengalaman di luar negri khususnya yang berkaitan dengan kenakalan remaja berkaitan dengan pelanggaran sex di dunia anak-anak.

Setelah kami perkenalkan satu-persatu para pemakala maka kami sampaikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Pemakala hanya kami beri waktu baca selama empat puluh lima menit.
2. Selama pembacaan makala tidak ada interupsi.
3. Pada saat berdiskusi, tiap babak kami berikan kepada lima penanya.

Demikian aturan yang akan kita pakai. Selanjutanya segera kami berikan kesempatan untuk pemakala pertama, untuk itu
yang terhormat Bapak Rudiyanto kami persilahkan !

***** PEMBACAAN MAKALA OLEH PEMAKALA I *****

Sebelum sampai pada acara diskusi, selanjutanya kami serahkan kepada Ibu Dra. Siti Romlah untuk membacakan makala kedua.
Ibu Siti Romlah kami persilahkan!

***** PEMBACAAN MAKALA OLEH PEMAKALA II *****

Hadirin yang kami hormati. Demikianlah kedua makala telah dibawakan dengan baik oleh Bapak Rudiyanto dan Ibu Siti Romlah. Kesimpulan dari kedua makala tersebut kiranya dapat kami sampaikan sebagai berikut :

1. Masalah sex tidak hanya didominasi oleh para kaum tua namun juga menjadi tanggung jawab para kaum muda dan anak-anak.
2. Masalah sex dengan berbagai aktulitas permasalahannya yang tinggi senantiasa mendorong kita semua untuk ikut bertanggung jawab mencari upaya penanggulangannya secara tuntas dan konsisten.

Dengan kesimpulan tersebut tidak berlebihan jika hadirin ikut serta menanggapi sekaligus memberikan sumbangan pemikiran melalui forum diskusi dalam seminar ini. Untuk itu segera saja kami buka termen (babak) pertama lima penanya. Sebelum itu kami harap setiap penanya menyebutkan identitasnya sebelum membacakan pertanyaan. Terima kasih, persilahkan!

***** SELANJUTNYA DI BAWAH PIMPINAN MODERATOR ATAU PEMBAWA ACARA DISKUSI BERJALAN SEBAGAIMANA YANG DIATUR OLEH TATA CARA DISKUSI YANG DISEBUTKAN OLEH pembawa SEBELUM ITU *****

Hadirin sekalian, demikianlah acara diskusi ini. Sebelum kami tutup baiklah kami mencoba menyimpulkan keseluruhan kegiatan ini sebagai berikut :

1.Masalah pendidikan sex telah bersifat mendesak untuk lebih diperhatikan secara serius.
2. Berbagai pihak ikut bertanggungjawab terhadap upaya penanggulangan sesuai dengan batasan-batasan yang berlaku.
3. Masalah sex harus disampaikan kepada anak dengan mempertimbangkan tanggungjawab moral yang telah diatur oleh norma-norma agama.

Sebagaimana kami sampaikan pada awal acara ini maka peserta seminar yang belum memperoleh jawaban melalui diskusi ini akan kami upayakan menjawabnya melalui surat, yang tentunya akah diatur lebih lanjut oleh panitia penyelenggara seminar.

Selaku moderator kami sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rudiyanto dan Ibu Siti Romlah atas peran sertanya mensukseskan seminar ini. Kepada hadirin kami mohon maaf jika kurang atau tidak memuaskan. Sepenuhnya acara kami akhiri dan kami kembalikan kepada Saudara pembawa acara.

Terima kasih dan wassalamualaikum wr. wb.

 

Contoh Naskah Pembawa Acara
SEMINAR SEHARI TENTANG KENAKALAN REMAJA

Yang terhormat Bapak Kepala Kantor Sospol,
Yang terhormat Bapak Kapolres Kabupaten Siliwangi,
Yang terhormat Bapak Camat Siwalang,
Yang terhormat Bapak-Bapak Kepala Sekolah, dan
anak-anak yang saya cintai,

Assalamualaikum wr. wb.

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, marilah kita sama-sama berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan kepada kita seluruhnya, nikmat dan karunia, sehingga hingga detik ini kita masih diberi rahmat dengan penuh kebahagiaan, sehingga bisa berkumpul bersama-sama dalam keadaan sehat, menyelenggarakan seminar sehari tentang kenakalan remaja.

Selanjutnya atas nama panitia, saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin, yang dengan penuh semangat menghadiri seminar ini sekaligus berpastisipasi secara aktif mencari upaya menanggulangi berbagai permasalahan remaja sekaligus upaya penanggulangannya.

Pada pagi yang berbahagia ini keseluruhan acara akan saya susun sebagai berikut :

1. Pembukaan, yang sekaligus telah kami bawakan
2. Sambutan Bapak Kepala Kantor Sospol
3. Sambutan Bapak Kapolres Kabupaten Siwalang
4. Sambutan Bapak Camat Siwalang
5. Seminar tentang “Kenakalan Remaja” dan
6. Penutup

Pada kesempatan yang berbahagia ini pula kami atas nama panitia penyelenggara, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak, yang telah dengan suka rela ikut membantu baik moril maupun materiil terselenggaranya seminar sehari ini. Semoga amal baik tersebut mendapat balasan setimpal dari Tuhan Yang Maha Pemurah.

Selanjutnya, marilah kita mulai saja acara seminar ini dengan memberikan kesempatan pada acara kedua yakni sambutan Bapak Kepala Kantor Sospol. Yang terhormat Bapak Drs. Yusuf Bachtiar kami persilahkan.

***** SAMBUTAN *****

Demikian sambutan Bapak Kepala Kantor Sospol, terima kasih Bapak Drs, Yusuf Bachtiar. Selanjutnya acara ketiga sambutan Bapak Kapolres Kabupaten Siwalang. Yang kami hormati Bapak H. Abdullah kami persilahkan.

***** SAMBUTAN *****

Hadirin sekalian demikianlah sambutan Bapak Kapolres, Bapak H. Yusuf Bachtiar. Sambutan berikutnya ialah Bapak Camat Siwalang. Untuk itu yang terhormat Bapak Drs. Uston Nawawi kami persilahkan.

***** SAMBUTAN *****

Terima kasih Bapak Camat. Hadirin sekalian yang kami hormati, sampailah kita sekarang pada acara pokok. Yakni Seminar
Sehari tentang Kenakalan Remaja yang akan segera kami serahkan sepenuhnya kepada Saudara Moderator selaku pembawa seminar
yang dalam hal ini akan dipegang oleh Saudara Umar Muntohar.

Sekali lagi, selaku penyelenggara seminar ini kami sekali lagi mengucapkan selamat mengikuti seminar, semoga sukses. Atas nama panitia kami sampaikan terima kasih, mohon maaf sebesar-besarnya jika sekiranya ada ulah kata yang kurang berkenan di hati hadirin.

Selamat berseminar, Wassalamualaikum Wr.Wb.

***** SELURUH KEGIATAN SEMINAR DISERAHKAN KEPADA MODERATOR (pembawa) YANG BIASANYA KEMUDIAN DITERUSKAN DENGAN KEGIATAN BERDISKUSI
DENGAN MUARA MATERI SESUAI DENGAN JUDUL MAKALAH YANG DISAMPAIKAN *****

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur bagi Allah SWT, yang dengan Maha Kasih dan Maha Sayang-Nya telah berkenan melimpahkan berkah, rahmat, taufiq, dan hidayah kepada kita sekalian, sehingga sampai dengan hari ini, detik ini, kita masih diberi kesempatan berkumpul bersama bersilaturahmi, khususnya dalam rangka memenuhi undangan kami atas nama Bapak Marsidi sekeluarga.

Adapun hajat Bapak Marsidi sekeluarga tidak lain ialah mengadakan tasyakur atas diterimanya putranda tercinta Fatimah Sya’diah, yang sejak kemarin telah resmi menjadi mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta.

Tasyakur malam ini merupakan ungkapan rasa terima kasih juga kepada kerabat, tetangga, handai taulan dan teman sejawat, yang dengan sengaja atau tidak sengaja, telah memberikan dorongan semangat, sehingga putranda Bapak Marsidi ialah nanda Fatimah Sya’diah dapat diterima di salah satu Perguruan Tinggi terbesar di Indonesia, ialah Universitas Indonesia di Jakarta tadi.

Atas nama sohibul hajat, maka segera kami sampaikan susunan sederhana acara tasyakur malam ini sebagai berikut :

1. Pembukaan sekaligus telah kami sampaikan sekarang ini
2. Sambutan Bapak Marsidi sekaligud mewakili keluarga
3. Sambutan rekan kita Fatimah Sya’diah
4. Doa bersama
5. Selamatan
6. Penutup

Hadirin hadirat yang mulia, baiklah segera kami berikan saja kesempatan berikut kepada Bapak Marsidi untuk memberikan
sepatah dua kata ungkapan-ungkapan hati sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

***** SAMBUTAN BAPAK MARSIDI *****

Hadirin yang mulia, demikian sambutan Bapak Marsidi, semoga apa saja yang menjadi harapan, cita-cita, keinginan, dan sebagainya seperti yang disampaikan Bapak Marsidi tersebut senantiasa mendapat perkenan Allah, sekaligus ridla Allah dan perlindungan dari Allah SWT. Amin!
Selanjutnya, tepat sekali agaknya jika pada malam yang berbahagia ini Saudara Fatimah sya’diah sebagai orang yang baru saja memperoleh anugerah dari Allah SWT, ikut memberikan sambutan, sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemurah.

Untuk itu segera saja kami serahkan waktu berikut kepada Saudara Fatimah Sya’diah untuk menyampaikan sekapur sirih ungkapan isi hati sebagai pemuda yang sebentar lagi memasuki dunia Perguruan Tinggi.
Yang kami sayangi nanda Fatimah Sya’diah kami persilahkan!

***** SAMBUTAN SAUDARA FATIMAH SYA’DIAH *****

Terima kasih sekali Saudara Fatimah Sya’diah, semoga cita-cita Saudara untuk mencapai tujuan yang mulia itu bisa dikabulkan
oleh Allah SWT, amin!

Hadirin yang berbahagia, agar afdol amrilah syukur malam ini kita akhiri dengan doa bersama, yang nantinya sesudah doa ini kami persilahkan nikmati hidangan/selamatan yang sudah disediakan.

Atas nama keluarga, sebagai pemandu acara, kami juga mohon maaf jika ada sesuatu yang kurang berkenan, sekaligus atas nama sohibul hajat juga demikian, akhirnya kami sampaikan terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu Hadirin sekalian, yang yang terhormat Bapak Kyai H. Abdullah kami persilahkan memimpin doa, dan kami tutup dengan ucapan :

Wassalamualaikum wr. wb.

***** ACARA DOA BERSAMA DILANJUTKAN DENGAN SELAMATAN *****

 

Contoh Naskah Pembawa Acara REUNI SEKOLAH

Bapak Kepala Sekolah yang kami hormati,
Bapak-Bapak dan Ibu Guru yang kami hormati,
Mantan Bapak Kepala Sekolah yang kami hormati,
Mantan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Guru yang kami hormati,
Rekan-rekan yang kami muliakan,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera dan salam bahagia!
Pertama-tama marilah kita mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya kepada kita semuanya yang ada di sini, sehingga kita masih diberi panjang usia, masih diberi kesempatan berkumpul bersama-sama dalam rangka mengadakan reuni di sekolah kita tercinta ini.

Yang ke dua kami atas nama panitia, sebagai pemandu acara, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian rekan-rekan alumni yang dengan bersemangat tinggi penuh kebersamaan mengadakan pertemuan dalam rangka reuni bersama.

Selamat datang dan selamat bertemu kembali.
Hadirin yang kami hormati, tak terlupakan pula, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak-Bapak kita yang dahulu menjadi pengasuh tercinta kita, yang sekarang masih saja tetap seperti dulu, penuh dengan semangat.

Hadirin yang berbahagia, perjalanan masih panjang, maka sebagai pemandu acara reuni hari ini, baiklah kami bacakan saja susunan acara reuni pada hari ini, sebagai berikut :

1. Pembukaan, sekaligus telah kami bawakan
2. Sambutan Ketua Panitia
3. Spontanitas sambutan dari rekan kita alumnus ’01
4. Sambutan wakil alumnus ’01
5. Spontanitas sambutan dari rekan kita alumnus ’01
6. Sambutan wakil alumnus ’01
7. Sambutan mantan Bapak Kepala Sekolah kita
8. Ramah tamah bersama
9. Spontanitas sambutan dari rekan kita alumnus ’01
10. Sambutan wakil alumnus ’01
11. Ramah tamah bersama dan saling memberikan cindera mata
12. Doa bersama
13. Pemberian cindera mata untuk mantan sesepuh kita Bapak Kepala Sekolah yang lama
14. Ramah tamah dan hiburan
15. Foto bersama, penutup

Untuk memanfaatkan waktu marilah kita mulai saja acara selanjutnya ialah : Sambutan Ketua Panitia. Untuk ini maka
acara sepenuhnya kami serahkan kepada Saudara Adi Hariyanto. Yang terhormat rekan Adi Hariyanto kami persilahkan !

***** SAMBUTAN KETUA PANITIA *****

Terima kasih rekan Adi Hariyanto, demikian hadirin penampilan rekan Suhartono, masih seperti yang dulu juga, kan? Terima kasih. Kita ikuti acara berikutnya yakni spontanitas, untuk itu inilah acara spontanitas rekan-rekan alumnus ’01! Kami persilahkan!

***** ATRAKSI ’01 *****

Terima kasih rekan-rekan angkatan ’01. Bukan main! Bagaimana komentar rekan-rekan yang lain? Akh, tepuk tanganlah.

Bagaimana dengan angkatan berikutnya? Nah, kita mulai saja acara berikut, dan….. inilah sambutan tunggal wakil angkatan ’01! Kami persilahkan!

***** SAMBUTAN IWAN WAKIL ANGKATAN ’01 *****

Terima kasih rekan Iwan. Ternyata ciri khas beberapa tahun yang lalu masih saja menempel ketat di tubuh kita walau umur sudah bertambah. Rekan kita Iwan masih terkesan “kocak”, betul tidak ??? Terima kasih!
Hadirin sekalian yang kami hormati, tak kalah kiranya dengan penampilan berikutnya. Siapa dia? Inilah spontanitas rekan-rekan ’02. Tak kalah kocaknya, tak kalah semaraknya, dan jangan lupa angkatan ’02 terkenal bandelkan? Kita tunggu sekarang! Kami persilahkan! Inilah spontanitas alumnus ’02!

***** ATRAKSI ’02 *****

Terima kasih alumnus ’02! Bukan main! Bandelnya masih terasa. Gerakan-gerakan 10 tahun yang lalu masih tetap menonjol
sebagaimana pada malam ini, sekali lagi, tepuk tangan untuk alumnus ’02. Terima kasih!

Hadirin yang berbahagia, rekan-rekan tercinta, setelah reuni malam ini diguncang oleh nostalgia berat alumnus ’01 dan ’02, marilah kita tengok siapa wakil sambutan tunggal angkatan ’02. Oh, ternyata rekan wanita. Masih inget Dewi? Yah, Dewi Harianti? Baiklah, inilah dia si centil yang sepuluh tahun lalu di sekolah kita sering bikin geger karena kecentilannya, kami persilahkan rekan Dewi, hadirin, inilah Dewi Harianti!

***** SAMBUTAN DEWI WAKIL ALUMNUS ’02 *****

Terima kasih rekan-rekan alumnus ’02. Terima kasih rekan Dewi. Ternyata semangat yang kita bina di sekolah kita ini dulu masih tetep menyala-nyala sampai kini, bukan main!

Hadirin yang berbahagia, tak kalah pentingnya pula pada malam reuni sekarang ini sangatlah tepat jika kita ajak Bapak sesepuh sekolah kita yang dulu, ialah Bapak Hari Jauhari. Kita beri kesempatan bernostalgia di sini. Setuju??? Baiklah!

Hadirin sekalian, inilah Bapak Soentoro tercinta kita, yang terhormat Bapak Soentoro kami persilahkan!

***** SAMBUTAN MANTAN KEPALA SEKOLAH *****

Terima kasih Bapak Soentoro. Ternyata semangat Bapak masih cukup kental seprti yang dahulu juga. Hadirin yang
berbahagia mari kita beri tepuk tangan sekali lagi pada Bapak kita ini !

Maafkan kami Bapak Soentoro, ingin rasanya kami diperlakukan seperti kami masih menjadi murid Bapak. Semoga Bapak beserta keluarga besar termasuk Bapak dan Inu-Ibu Guru yang lain senantiasa diberi panjang usia dalam kebahagiaan! Terima kasih!

Hadirin tibalah kita sekarang ini pada acara ramah tamah bersama. Untuk itu pada acara ini kami persilahkan seluruh alumnus melepas rasa rindu, mejalin hubungan seperti yang dulu. Marilah sejenak meneguk masa lalu dengan memberikan suka dan duka selama ini. Kami persilahkan!

***** ACARA RAMAH TAMAH BERSAMA *****

Hadirin yang berbahagia, cukup sudah rasanya acara ramah tamah bersama, namun bukankah masih ada rekan alumnus yang
belum tertampilkan di hadapan kita? Untuk itu sengaja kami panggil alumnus ’03. Ini dia spontanitas alumnus ’01! Kami
persilahkan!

***** ATRAKSI ’03 *****

Hadirin yang berbahagia, demikianlah atraksi spontanitas ’03. Bukan main! Mari kita beri sekali lagi tepuk tangan persahabatan kita! Terima kasih!

Hadirin sekalian yang berbahagia, jangan lupa masiha ada promotor alumnus ’03. Masih ingat? Siapa dia? ini dia rekan kita alumnus ’03 yang dahulu mantan ketua OSIS kita. Kami persilahkan rekan Handri Sulistyawati!

***** SAMBUTAN WAKIL ALUMNUS ’03 *****

Bukan main, tepuk tangan lagi Saudara ! Ternyata semangat OSIS masih terlihat di dalam diri alumnus kita ini. Gemblengan masa lalu masih terasa getarnya. Ini terbukti betapa membajanya semangat sambutan alumnus kita yang satu tadi. Sekali lagi terima kasih!

Hadirin, mau rasanya kita berkumpul setiap hari seperti dulu lagi. Namun tempat dan waktu sudah berbeda. Banyak tugas yang harus kita kerjakan. Namun jangan khawatir. Masih ada waktu untuk bercengkerama hari ini. Atas nama panitia kami masih memberikan kesempatan untuk beramah tamah babak kedua. Kami persilahkan memanfaatkannya sebaik-baiknya!

Untuk itu kami persilahkan sekali lagi rekan-rekan membaur dalam kerinduan yang tampaknya belum terhabiskan. Kami persilahkan.

***** ACARA RAMAH TAMAH BABAK KEDUA *****

Hadirin yang berbahagia, janganlah lelap dalam kegembiraan saja. Sekian lama kita tak jumpa. Tertumpah sudah rasa rindu. Terbayar sudah rasa duka. Namun janganlah dihabis-habiskan usia masih panjang. Perjalanan belum selesai. Marilah sejenak kita menundukkan kepala, mengenang masa lalu sambil berdoa menatap masa depan yang masih panjang.

Untuk itu mohon perkenan Bapak Kyai H. Mahfud untuk memimpin doa. Yang terhormat Bapak Kyai H. Mahfud kami persilahkan!

***** DOA BERSAMA *****

Terima kasih Bapak Kyai H. Mahfud. Semoga doa tadi benar-benar diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Hadirin yang kami muliakan, rekan-rekan kami yang tercinta, sebagai tanda masih adanya ikatan bathin diantara kita maka kami telah mempersiapkan satu acara pemberian cindera mata. Untuk itu kami tunjuk rekan kita dari ketiga angkatan kiranya sudi memandu acara pemberian cindera mata ini, ialah rekan Bambang alumnus ’01, rekan Yuni alumnus ’02, dan rekan Iwan alumnus ’03. Yang kami hormati rekan Bambang, rekan Yuni dan rekan Iwan kami persilahkan!

***** ACARA PEMBERIAN CINDERA MATA *****

Terima kasih hadirin yang mulia, tibalah kini acara ramah tamah babak ketiga yang sepenuhnya akan diisi dengan acara hiburan, dengan pemandu khusus Saudara Muhammad Ilyas, rekan alumnus ’03. Untuk itu hadirin masih diperkenankan mengadakan acara ramah tamah menghabiskan kerinduan yang tersisa. Sambil menikmati hidangan yang disediakan, matilah kita nikmati pula hiburan di tengah-tengah kerinduan. Rekan Ilyas kami persilahkan memimpin acara hiburan, hadirin yang mulia, selamat menonton, selamat bergembira dalam kerinduan malam ini. Terima kasih!

***** ACARA HIBURAN *****

Hadirin yang kami muliakan, akhirnya selesailah acara reuni kita. Sungguh banyak yang bisa kita petik dari hasil reuni ini. Ingin rasanya kita berlama-lama berkumpul sebagaimana kira sekolah dahulu. Namun masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan. Atas nama panitia, sekaligus atas nama rekan tiga angkatan, kami mengucapkan selamat jalan. Selamat bertugas. Semoga di lain waktu kita bisa bertemu kembali dalam suasana yang lebih gembira lagi.

Akhirnya, kami mohon maaf jika ada diantara kita ini sesuatu yang kurang berkenan. Terima kasih! Jika ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi, jika ada umur yang panjang, bolehlah kita berjumpa lagi.

Billahi taufiq walhidayah. Wassalamualaikum wr. wb

MC


UNTUK KALANGAN PROFESIONAL

Diolah dari berbagai sumber Drs. H. Tarmizi Maeru, Rusiana MC DIknas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada paket MC acara resepsi pernikahan

PENDAHULUAN

Penyajian lisan atau kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengaran menerima informasi melalui rangkaian nada, tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung secara tatap muka, ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara. Tujuan utama penyajian lisan ini adalah untuk berkomunikasi tentu tidak terlepas dari bagian mata pelajaran TIK.

Penyajian lisan ada bermacam-macam, diantaranya adalah diskusi—dengan segala macam bentuknya–, Pidato, Ceramah, Rapat, dan Membawakan Acara.

Makalah ini tidak akan membicarakan seluruh penyajian lisan itu, melainkan membicarakan tiga diantaranya saja. Ketiga macam penyajian lisan dimaksud adalah : Keperawaan (pembawa acara), Pidato, dan Rapat (khusus memimpin rapat).

I. KEPEWARAAN (PEMBAWA ACARA)

Pembawa acara adalah orang yang bertugas memimpin dan mengatur jalannya suatu acara orang sering beranggapan bahwa seorang pembawa acara cukup berbekal suara yang enak didengar dan menampilkan yang enak dipandang. padahal, masalahnya tidaklah sesederhana itu karena seseorang pembawa acara memerlukan keterampilan dan pengetahuan. Seorang pembawa acara sering dipandang sebagai personalitas instansi atau panitia penyelenggaraan suatu acara. Oleh sebab itu tidak jarang sebuah instansi atau panitia penyelenggara suatu acara tidak segan-segan mengeluarkan dana untuk membayar seorang pembawa acara yang profesional untuk menyelenggarakan acara yang mereka laksanakan ini semua dilaksanakan demi persenolitas mereka.

Pada umumnya acara dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu (1) acara yang bersifat resmi, (2) acara yang bersifat setengah resmi, dan (3) acara yang bersifat tidak resmi. Penggolongan sifat acara ini harus dihayati benar oleh seorang pembawa acara karena menyangkut busana yang dikenakannya dan bahasa yang harus dipakainya dalam melaksanakan tugasnya itu.

Semakin resmi suatu acara, busana yang dikenakan oleh pembawa acara juga semakin resmi. Ada acara yang tidak resmi, pembawa acara dapat saja menggunakan busana yang lebih bebas asal tetap dalam batas-batas kewajaran dan kesopanan pada acara yang bersifat resmi, bahasa yang digunakan pembawa acara hendaknya bahasa baku. Ia juga tidak perlu menyiapkan humor dan komentarnya terhadap acara dan pengisi acaranya. Sebaliknya, pada acara yang bersifat tidak resmi, pembawa acara dapat saja menggunakan bahasa yang lebih longgar bahkan ia boleh saja menyelipkan humor, komentar, pujian, bahkan memancing tepuk tangan hadirin .

Keberhasilan seorang pembawa acara dalam melaksanakan tugasnya ditentukan oleh dua faktor utama.

Kedua faktor itu adalah faktor kebahasaan dan faktor nonkebahasaan .

1. Faktor Kebahasaan

Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, mengisyaratkan ada lima faktor kebahasaan yang harus diperhatikan oleh seorang pembawa acara jika ingin berhasil dalam tugasnya.

1.1 Lafal yang benar (cara mengucapkan kata-kata dengan benar)

Ada orang yang bersuara merdu tetapi sayangnya kurang mampu mengucapkan kata-kata dengan benar. Kata-kata bahasa Indonesia kadang-kadang diucapkannya dengan pengaruh bahasa asing atau pengaruh bahasa daerah. Padahal, kata-kata bahasa Indonesia harus dilafalkan sebagaimana kata itu dituliskan.

Contoh:

unit dibaca unit bukan yunit

organisasi dibaca organisasi bukan orhanisasi

TVRI dibaca te-ve-er-i bukan ti-vi-er-i

anggota dibaca anggota bukan anggauta

kependudukan dibaca kependudukan bukan kependudu?an

Dalam hal lafal ini dihindari juga penggunaan idialek seperti penggunaan e yang berulang-ulang.

1.2 Tekanan Kata atau Aksen

Tekanan kata dalam bahasa Indonesia tidak membedakan makna katanya. Akan tetapi, secara umum dan konsisten tekanan kata bahasa Indonesia jatuh pada satu suku sebelum suku kata akhirnya. Anda dapat membayangkan bagaimana menjemukan bila seseorang itu berbicara secara monoton (tanpa tekanan pada kata yang diucapkan).

Contoh tekanan kata bahasa indonesia adalah:

kemana tidur hancur

siapa selektif bagaimana

1.3 Pemenggalan Kalimat (Jeda)

Kemampuan memenggal kalimat secara tepat banyak bergantung pada perasaaan bahasa seseorang. Akan tetapi, kemampuan ini dapat ditingkatkan dengan berlatih memahami makna setiap kata dalam hubungan kalimat. Hal ini penting karena makna kalimat bahasa Indonesia antara lain ditentukan oleh jedanya atau pemenggalan kalimatnya. Contohnya kalimat Kucing makan tikus mati. Makna kalimat dapat berubah-ubah berdasarkan jeda yang diberikan kepadanya. Kemungkinan perubahan makna kalimat itu

Adalah:

Kucing/makan tikus mati. Makna kalimat ini adalah ada kucing makan dan yang dimakannya adalah tikus mati.

Kucing makan/tikus mati. Makna kalimat itu adalah ada kucing makan dan pada waktu itu ada juga tikus mati.

Kucing makan tikus/mati. Makna kalimat itu adalah ada kucing mati yang disebabkan oleh kucing itu makan tikus.

Dari contoh sederhana ini dapat dilihat bahwa pemenggalan kata (jeda) amat berperan dalam menentukan makna sebuah kalimat bahasa Indonesia.

1.4 Intonasi atau Lagu Kalimat

Intonasi atau lagu kalimat mengacu pada turun-naiknya, cepat-lambat, dan keras lembutnya kalimat yang diucapkan. Menggunakan intonasi juga harus berhati-hati karena perubahan Intonasi juga mengakibatkan perubahan makna kalimat.

Contoh :

Pak Kasur makan bubur. Kalimat ini memberitakan bahwa ada orang bernama

Pak Kasur, beliau sedang makan bubur.

Pak Kasur makan bubur ! Kalimat ini memerintahkan agar orang yang bernama Pak Kasur makan bubur.

Pak Kasur makan bubur ? Kalimat ini berisi pertanyaan dan keheranan karena Pak Kasur biasanya tidak suka makan bubur

Pak, Kasur makan bubur ?! Kalimat ini berisi pertanyaan dan keheranan yang luar biasa karena ada kasur yang makan bubur

1.5 Enunsiasi (kejelasan)

Enunsiasi adalah kejelasan pengucapan kata, dan ketepatan pemenggalan kalimat (jeda). Ada orang yang berbicara menggumam sehingga kata-kata yang diucapkannya tidak jelas terdengar. Ada juga orang yang apabila berbicara terlalu cepat sukar dipahami ucapannya. Hal ini harus dihindari oleh pembawa acara jika ia ingin berhasil dalam tugasnya. Caranya, adalah dengan selalu berlatih terutama berlatih vokal.

1.6 Mengggunakan Bahasa atau Kalimat secara Efektif

Seorang pembawa acara harus berusaha menggunakan kalimat seefektif mungkin, sedapat mungkin hindarilah kalimat yang tidak efektif.

Contoh :

Kepada Ibu … waktu dan tempat kami sediakan. Atau

Kepada Ibu … kami persilahkan dengan segala hormat.

Sebaiknya : Ibu … kami persilahkan.

Untuk mempersingkat waktu, baiklah acara ini kita mulai saja.

Sebaiknya: untuk menghemat waktu, acara ini kita mulai.

Jika menginginkan hadirin melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, nyatakan dengan kalimat perintah permohonan.

Contoh :

Hadirin dimohon berdiri. (kerena berdiri tidak menyenangkan).

Jika menginginkan hadirin melakukan sesuatu yang menyenangkan, nyatakan dengan

kalimat perintah yang mempersilahkan.

Contoh :

Hadirin dipersilahkan duduk kembali. (karena duduk lebih menyenangkan).

2. Faktor Nonkebahasaan

Faktor nonkebahasaan yang menunjang keberhasilan seseorang pembawa acara adalah :

2.1.Sikap tenang menghadapi massa

Ketenangan dapat tercipta bila pembawa acara itu yakin akan kemampuan dirinya dan rasa percaya dirinya lebih besar.

2.2.Tampil Mengesankan

Penampilan yang mengesankan adalah penampilan yang penuh wibawa, cerah, bersemangat, wajar, tidak berlebih-lebihan, tidak manja, tidak kemayu, dan tidak malu-malu.

2.3.Cepat tanggap dan kaya Inisiatf

Bila secara tiba-tiba terjadi perubahan atau pembatalan sebuah acara, pembawa acara diharapkan dapat mengatasi masalah itu dengan sebaik-baiknya sehingga hadirin tidak kecewa, bahkan bila perlu hadirin tidak menyadari adanya perubahan itu.

2.4.Kaya Improvisasi dan memiliki rasa humor (terutama pembawa acara hiburan dan tidak resmi)

2.5.Memiliki suara yang enak didengar

Suara yang enak didengar adalah suara bernada rendah dan bersonansi atau bergema bukan suara yang bernada tinggi dan nyaring melengking.

2.6.Tidak emosional

Pada saat tampil pembawa acara hendaknya dapat melupakan perasaan yang sedang bergejolak dalam dirinya, seperti sedih, kesal, marah, dan sebagainya.

Sebelum seorang pembawa acara tampil, sebaiknya ia melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Meninjau tempat acara berlangsung, hal ini perlu untuk memperoleh

gambaran situasi ketika acara berlangsung.

  1. Mengadakan kontak dengan panitia penyelenggara, hal ini penting untuk

lebih memahamijalannya acara yang akan berlangsung.

3. Melakukan gladi bersih, terutama untuk acara yang bersifat resmi.

  1. Datang lebih awal untuk melakukan konfirmasi atau paling tidak mengecek

keadaan orang-orang yang akan berbicara pada acara yang akan dipandunya.

II. PIDATO

Berpidato pada dasarnya tidak lain adalah berbicara didepan massa untuk menyampaikan pikiran, perasaan, gagasan, kehendak, dan sebagainya. Seseorang pemimpin hendaknya berusaha memiliki keterampilan berpidato ini

karena bagaimanapun pada suatu saat ia akan dituntut untuk berpidato.  Agar dapat berpidato dengan baik, seseorang itu hendaklah :

  1. Memiliki tekad dan keyakinan bahwa ia mampu meyakinkan orang lain.

Dengan modal ini ia akan memiliki keberanian dan rasa percaya diri sehingga ia tidak ragu mengucapkan pidatonya.

  1. Memiliki pengetahuan yang luas sehingga ia mampu menguasai materi yang akan disampaikanya.
  1. Memilki perbendaharaan kata yang cukup sehingga ia mampu  mengucapkan pidatonya dengan lancar dan meyakinkan.

4. Melakukan latihan dengan intensif.

Berpidato di depan massa tentu saja memiliki tatakrama. Tatakrama itu adalah sebagai berikut.

1.Berpakaianlah dengan rapi dan bersih, hindari bergaya pamer dangan memakai perhiasan yang berlebihan.

2.Gunakanlah kata-kata yang sopan, jangan mengesankan keangkuhan, dan kesombongan,timbulkanlah kesan rendah hati.

3.Selingilah pidato dengan humor yang segar dan sopan bila ternyata panjang.

4.Jika berpidato di depan pemeluk agama yang beragama, usahakanlah jangan sampai menyinggung martabat suatu agama.

5.Jika pendengar pidato itu masyarakat desa orang yang kurang berpendidikan, gunakan kata-kata atau kalimat yang sederhana sehingga pidato itu mudah di pahami.

Pidato yang baik tentu saja memiliki sistematika yang baik pula. Secara garis besar, sistematika pidato itu adalah :

1. Mengucapkan salam pembuka dan menyapa hadirin.

2. Menyampaikan pendahuluan yang biasanya dinyatakan dalam bentuk ucapan terima kasih,ungkapan kegembiraan, atau rasa syukur

3. Menyampaikan isi pidato yang diucapkan dengan jelas dan menggunakan bahasa Indonesiayang baik dan benar dengan gaya bahasa yang menarik.

4. Menyampaikan kesimpulan isi pidato agar mudah diingat oleh pendengar.

5. Menyampaikan harapan yang berisi anjuran atau ajakan agar pendengar melaksanakan isipidato.

6. Menyampaikan salam penutup.

Cara atau metode yang dapat digunakan pada waktu berpidato ada 4 macam, yaitu:

1. Metoda Naskah

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti berpidato dengan melihat teks pidato yang disusun secara utuh. Metoda ini biasanya digunakan dalam pidato radio, televisi, dan pidato resmi. Metoda ini memiliki kelemahan, yaitu putusnya kontak antara pendengar dan pembicara karena pembicara asyik dengan teks yang dibicarakan.

2. Metoda Menghafal

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti pembicara berpidato berdasarkan naskah yang telah dihafalnya. Metoda ini memiliki kelemahan, yaitu pembicara cenderung berbicara cepat-cepat dan tidak menghayati maknanya. Selain itu juga menyulitkan pembicara menyesuaikan diri dengan reaksi pendengarnya.

3. Metoda Impromptu (serta merta)

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti berbicara tanpa persiapan sama sekali. Pembicara berbicara berdasarkan kemampuan dan pengetahaunnya dan dikaitkannya dengan situasi dan kepentingan saat itu. Kesanggupan berpidato seperti ini sangat berguna dalam keadaan terdesak atau terpaksa.

4. Metoda Ekstemporan (Tanpa Persiapan Naskah)

Berpidato dengan menggunakan metoda ini berarti berpidato denga lebih dulu merencanakan dengan cermat catatan-catatan penting sekaligus urutan uraiannya. Kata-kata dan kalimatnya disusun pembicara pada saat ia berpidato. Ia hanya melihat urutan uraian yang telah dipersiapkan itu, jika dibandingkan ternyata bahwa diantara keempat metoda ini, metoda ekstermporanlah yang lebih menguntungkan karena memungkinkan pembicara berpidato seluas mungkin dengan tidak kehilangan urutan-urutan pembicaraan yang telah direncanakannya.

III. MEMIMPIN RAPAT

Dalam suatu organisasi tidak jarang muncul masalah yang perlu diatasi. Masalah-masalah itu terkadang memiliki lebih dari satu pemecahan sehingga harus dipilih cara mana yang lebih baik. Oleh sebab itu, cara yang dapat ditempuh dalam hal ini adalah mengadakan permusyawaratan atau biasa disebut rapat.

Rapat yang biasa digunakan dalam suatu organisasi terdiri dari ketua rapat, notulis (sekretaris), dan anggota atau peserta. Kadang-kadang ada juga komponen ‘narasumber’ atau ‘pengarah’ (orang yang memberikan arahan). Semua komponen ingin memilki tugas masing-masing.

Penyelenggaraan rapat biasanya melalui tahap-tahap berikut.

1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini pemimpin rapat hendaknya melakukan hal-hal berikut.

a. menentukan masalah apa yang akan dibicarakan

b. mengumpulkan sejumlah data, informasi mengenai masalah itu

c. menentukan tujuan yang akan dicapai

d. menyusun rapat.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini pemimpin rapat hendaklah melakukan hal-hal sebagai berikut.

a. membuka rapat antara lain mengucapkan terima kasih kepada peserta yang hadir

b. menunjuk salah seorang peserta untuk menjadi notulis

c. mengemukakan topik rapat itu dengan disertai penjelasan singkat mengenai topik itu

d. menyediakan daftar hadir peserta

e. menyampaikan susunan acara dan meminta pertimbangan peserta terhadap susunan  acara yang ditawarkannya itu

f. memberikan orientasi mengenai topik rapat itu satu persatu sesuai dengan susunan  acara yang disepakati

g. mengemukakan data atau fakta mengenai topik itu untuk merangsang pendapat peserta

h. memberi kesempatan kepada peserta untuk menanggapi topik itu

i. mempertimbangkan semua masukan yang diberikan peserta

Dalam hal ini pemimpin rapat hendaklah membuat kesimpulan singkat mengenai pendapat para peserta dan dilontarkan pada sidang untuk dipertimbangkan. Pada tahap ini pimpinan rapat harus konsekuen dengan acara yang telah disepakati. Oleh sebab itu, jika ada peserta yang membicarakan sesuatu yang menyimpang dari topik utama pimpinan rapat berwenang menegur dan mengembalikan pembicaraan pada topik semula. Jika tidak demikian, rapat itu akan berjalan lamban dan tidak akan menghasilkan kesimpulan/keputusan yang diharapkan.

3. Tahap Perumusan

Apabila dipandang bahwa kesepakatan telah ditemukan pimpinan rapat dapat merumuskan kesimpulan rapat itu (biasa disebut keputusan rapat). Pimpinan rapat harus berhati-hati oleh sebab itu, semua keputusan yang diambil hendaklah atas dasar persetujuan seluruh peserta. Keputusan itu dapat berupa tindakan apa yang direncanakan, siapa yang melaksanakannya, kapan dilaksanakan dan lain-lain.

PENUTUP

Berbicara merupakan suatu keterampilan oleh sebab itu, ia harus terus dilatih dan dikembangkan.

Seseorang pembicara selalu dituntut untuk selalu belajar dan berlatih, tanpa belajar dan berlatih keterampilannya sulit untuk dikembangkan

Contoh KEPEWARAAN (MC) RESEPSI PERNIKAHAN

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati

Kami mendapat informasi dan aba-aba dari panitia

memberitahukan bahwa saat ini kedua mempelai

Alhamdulillah sudah berada di ……………………………………………………………………….pelataran parkir areal gedung Kampus UTA’45 Jakarta

Dan beberapa saat lagi bersama-sama akan berada ditengah-tengah kita

Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang sudah hadir

Kami persilahkan bapak ibu semuanya mengisi tempat duduk yang telah disediakan

Dan kita songsong kehadiran kedua mempelai yang saat ini masih bersiap-siap untuk menampakkan langkah menuju singgasana pelaminan Sang ratu dan raja

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati

Dari kajauhan kami menyaksikan payung keemasan memayungi kedua mempelai bertanda bahwa keduanya segera berada ditengah-tengah kita

Bapak ibu hadirin undangan yang kami muliakan

Harum bauhnya si bungah rampai

Harum ditumbuk putri kesungkai

Yang dinanti kini telah sampai

Yang dijemput kini telah tiba

Baik bapak ibu hadirin tamu undangan yang kami hormati

Menyongsong kehadiran Sang Ratu dan Raja

Kami mohon keihlasan hati bapak dan ibu untuk berdiri sejenak

Terima kasih………………….

Hadirin tamu undangan yang kami hormati

Dengan mengenakan busana kebesaran Kerajaan Sriwijaya

Kedua mempelai menapakkan kaki dihadapan kita

Sungguh indah permata selat

Buatan dewa dari kayangan

Sungguh bahagia mereka berjalan

Kita memandang tak bosan-bosan

Sirih kuning setengah kebat

Baik ditaroh di atas meja

Putih kuning pakai cat

Manis ayuh tampan rupanya

Mempelai wanita yang cantik jelita ……………………………

Gadis manis kelahiran ……………………………………………contoh Kota Palembang dua belas Agustus seribu sembilan ratus delapan puluh tiga

adalah putri …………………sulung dari ……………………..lima bersaudara buah hati bapak ………………………………..contoh Sirajuddin, S.Sos. dan …………………………………………Ibu Dra. Mulyati yang berasal dari ………………………………………

Alhamdulillah mempelai putri yang cantik jelita mendapat suntingan hati seorang jejaka sejati, soleh dan perkasa contoh Afit, Sarjana Hukum………………………………………….

Putra ke-tiga dari enam bersaudara buah hati contoh Bapak ………………………. dan ………………….. yang berasa dari ……………

Kedua mempelai alumni Universitas ………………………..

Adalah sepasang kekasih, yang saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi

Maha suci Allah yang telah menghamparkan cinta abadi menautkan kasih sayang buat insan yang saling mengasihi

Masuk ke taman puspa berentak

Memetik bunga sedaun pandan

Sekian lama memadu cinta

Tercapai jua ke kursi pelaminan

Sungai Musi Airnya tenang——-Tempat orang mencuci kain——–Kami yang datang sangatlah senang

Melihat…………………….duduk bersanding

Gadis Teluk Kijing berdiri anggun——Wajah manis senyum dikulum——Berjalan seiring menebar sunyum——Cantik laksana delima yang ranum

Bapak dan ibu tamu undangan kami persilakan duduk kembali

Mawar tumbu di taman kembang

Warnanya merah harum baunya

Sungguh sejuk mata memandang

Karunia Allah Mawadda Warohmah

Selamat datang kedua mempelai hari ini beratus mata dan hati

ikut menaburkan kebahagiaan

Semoga kebahagiaan selalu menaungi dan memayungi perjalanan adinda kedua mempelai

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati

Selanjutnya terimalah salam penyambutan, Salam penghormatan

Salam ketradisionalan dari Provinsi Sumatra Selatan

Sekaligus expresi ungkapan kata pamit dari kedua mempelai

dalam persembahan —–TARI PAGAR PENGANTEN——–

————–KOMENTAR DALAM TARI——————-

————-Tari Pagar penganten————-

Ungkapan perasaan kedua mempelai yang saling mencintai dan menghormati orang tuanya

Perwujudtan cinta dan kasih kepada ayah dan bunda sekaligus mengukir kenangan hal yang bersejarah

Pada saat ini kedua mempelai seolah-olah berkata :

——-Bunda——– sembilan bulan sepuluh hari berlalu

bernaung dalam kandunganmu

Pedih— dan perih—- telah melahirkan

Siang dan malam merawatku tanpa letih

Terjaga dikala Subuh tiba

Terlelap disaat kami telah bermimpi

——–Ayah———

Dahulu kami kecil ——–menanti dipintu berkumpul memelukmu

Tak hirau pluh ditubuhmu

Tak pernah tau kesusahanmu

Yang ada kami bergelut dipundakmu

Menghambur di pelukmu

Kami merajuk ayah yang membujuk

Kami menangis bunda yang memeluk .

Hari ini bersama Ridho Allah dan restumu izinkan kami melangkah hidup berdua

——Ayah——–Bunda——–

Terus dan teruslah bimbing kami agar kami selamat dunia akhirat tanpa do’a ayah dan bunda kami bagaikan sebuah kapal oleng ditengah Samudra yang tiada berombak

Demikian bapak ibu hadirin yang kami hormati persembahkan tari pagar pengantin bersama Sanggar Tari Nila Salon …………………..

————————-PEMBUKAAN ACARA RESEFSI—————-

Adinda kedua mempelai beserta ayah dan bunda, seluruh tamu undangan yang kami muliahkan

Terimlah salam kerahmatan umat muslim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirahmanirrahim alhamdulillah

Alhamdulilla hil lazi kholakokum min nafsiu wahida

Wakholakokum minha jauzaha wabas samin huma rijalan kasiroh wanisa’ah

Ah maduhu subhanahu wata’alah

Al lazi jalan nikah wa ana-ana sifa

Amma ba’du

——————————————————————————————–

Adinda kedua mempelai berserta ayah dan bunda serta tamu undangan yang kami muliakan

Marilah kita persembahkan puji dan syukur kepada Allah Swt

pemilik segala kemuliaan, kebahagiaan dan kesempurnaan

Pada hari ini kita dilimpahi nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat menyaksikan prosesi persandingan,

proses penyempurnaan kehidupan dua hamba Allah, penyempurnaan kebahagiaan dan kebenaran yang hakiki mitsaa’a khalizo ………….antara kedua adinda.

Adinda dihadapan kita pada hari ini yaitu buah hati dari Bapak …………………………………………………. dan buah hati Bapak…………………………………………..

Baik bapak ibu resepsi pernikahan adinda …………………………………………. dan …………………………………………….. dengan lafaz Basmallah mari kita mulai

————————PEMBACAAN KALAM ILAHI————————-

Dan untuk mengawali acara ini dengan khusuk dan tawadu’

Mari kita renungkan firman-firman Allah yang akan dikumandangkan

oleh Ayundah/Adinda ………………………………………………….

Kami persilakan……

———-SELESAI PEMBACAAN KALAM ILAHI———-

Sadakaula hul’azim Maha Benar Allah dengan segala Firmannya

Bapak dan ibu tamu undangan yang kami muliakan manakala menyimak kumandan Kalam Ilahai

Hati terasa sejuk ———

Jiwa terbujuk untuk senantiasa menjauh dari kenistaan dan kegalauan

Semoga baik membaca dan bagi kita yang mendengarkan

Khususnya adinda kedua pengantin saat ini tengah duduk bersanding agar selalu dan selalu mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT melangkah bersama, kebersamaan melangkah, hidup bersama dan kebersamaan dalam hidup dalam tuntunan Iman dan Islam

————UNTUK SAMBUTAN MEMPELAI WANITA——–

Baik bapak ibu hadirin tamu undangan yang kami hormati selanjutnya marilah kita simak sekapur sirih sambutan hati yang tulus dan ikhlas dari keluarga besar mempelai wanita ———–

Untuk itu yang terhormat Bapak ………………………….

Kami persilakan—————

—————SELESAI SAMBUTAN MEMPELAI WANITA—————

Terimah kasih Bapak ……………………

yang telah menyampaikan sekapur sirih ungkapan tulus dan ikhlas dari keluarga besar mempelai wanita

————UNTUK SAMBUTAN MEMPELAI PRIA——–

Baik bapak ibu hadirin yang kami hormati selanjutnya keluarga besar mempelai pria ingin pula menyongsong kehadiran kita pada siang hari ini dengan ungkapan perasaan tulus dan ikhlas pula untuk itu yang terhormat Bapak …………………….

—————SELESAI SAMBUTAN MEMPELAI PRIA—————

Terimah kasih Bapak ………………………yang telah memberikan sambutan atas nama keluarga besar mempelai pria …………

Bapak ibu hadirin tamu undangan yang kami hormati khususnya adinda kedua mempelai yang saat ini tengah bersanding

————————– ———— —————— ————— ————

Bapak ibu sejak kita menerima undangan mungkin kita sedikit bertanya-tanya bagaimana rupa sepasang kekasih yang saling mencintai ini

Bapak ibu bisa saksikan di atas panggung pelaminan duduk ditengah sepasang pengantin baru cantik…………. manis ……………………kain antik …………..matanya lentik…………….SEPERTI……………………………………….

sedangkan mempelai pria tampan rupawan seperti komandan yang baru saja menang perang…………………………………………

Melihat kecantikan dan keharmonisan hubungan mereka berdua

Hilir mudik seluang berenang Kayulah sampan di Teluk Kijing

Sungguh cantik dek Risma sayang

Afit duduk sambil mereng-mereng

Asam di gunung garam dilaut

Betemu pulek dalam belango

………………… termenung ………………….. merengut

Kapan acaranya masih lame keape

Tap-Atap Tanjung Atap

Melalui Tanjung Batu

Duduklah kalian berduo mantap-mantap

Acaranye sampe jam satu

Baik bapak ibu kita beri tepuk tangan untuk sepasang penganten baru diantara kita

Alhamdulillah mereka telah merajut kasih selama sembilan bulan lebih kurang sepuluh tahun

Untuk mempersembahkan hubungan mereka dihadapan kita melukisan kisah cinta kasih mereka sebuah tarian yang akan ditampilkan oleh gadis-gadis manis dari Ani salon ……………………

Bapak ibu apa yang akan dipersembahkannya inilah cuplikan wanita kafa Putri Nirmala

——————SAMBUTAN TAMU UNDANGAN————————

Baik bapak dan ibu sesuatu yang barangkali

Insya Allah dapat dicapai oleh kaum perempuan

Untuk menjadi bidadari tidak hanya dilihat dari mata hati suami

Akan tetapi dapat dilihat dari suasana rumahnya

Baik hadirin yang kami muliakan diatas panggung pelaminan

Ayah dan bunda kedua mempelai mengamati para tamu dari depan sampai belakang dari kiri dan kanan

Alhamdulillah semua orang-orang yang diharapkan hadir sudah datang

Memberikan penghargaan pada tamu undangan yang hadir pada hari ini mohon kesediaan diantara para kita menyampaikan sambutan mewakili para tamu

Untuk itu kami mohon kesediaan yang terhormat

Bapak ……………………………………….

Kami persilakan …………………………

———SELESAI SAMBUTAN TAMU UNDANGAN————–

Hadirin yang kami hormati beliau telah mewakili kita semua

Barangkali berikan penghargaan kita ——-berikan—— tepuk tangan untuk Bapak ……………………………………….. bapak ibu

Alhamdulillah terima kasih

Baik hadirin tamu undangan yang kami hormati

keluarga yang saat ini tengah bersanding keluarga besar pak …………………….. dan keluarga besar ……………… adalah salah satu keluarga yang sangat berbahagia pada hari ini.

Beliau telah berhasil membesarkan putra-putrinya

hingga menghantarkan putra-putrinya dan salah satu putra-putrinya menempuh kehidupan rumah tangga baru Insya Allah akan selalu berbahagia sampai akhir hayat mereka berdua

Terimah kasih bapak ibu kayaknya kurang segeran ya masak dari meranjat tidak bersuara minta sedikit saja

Ya Allah alhamdulillah terima kasih sayang silakan duduk kita berikan sekali lagi tepuk tangan untuk kedua mempelai

—————————-UNTUK DO’A————————–

Baik bapak ibu para tamu undangan yang kami hormati

Cinta kasih mereka telah ditautkan dalam satu akad nikah yang suci dan Islami hari Jum’at kemarin dan belum genap dua hari……………

Jalinan kasih mereka ini bukan diharapkan bukan dua minggu, dua bulan atau dua tahun tapi lebih untuk selama-lamanya sampai maut memisahkan mereka

Baik bapak ibu untuk menghantar perjalanan mereka berdua agar anginnya tenang, badainya tak tampak dan kapalnya tak karam ditengah perjalanan

Untuk itu kita iringi dengan do’a yang akan dipandu oleh yang terhormat bapak ………………………………..

Dipersilahkan…………………..

—————————-UNTUK SELESAI DO’A————————–

Bapak ibu hadirin yang kami hormati

Jadikanlah do’a yang tadi kita tutup pada hari ini membuat kedua keluarga saling menghargai dan saling kenang dan mengenang satu diantara yang lainnya.

PENUTUP

—————————————————————————————–

Demikianlah rangkaian acara yang dapat kami persembahkan pada hari ini

Semoga apa yang ditampilkan semuanya berkenan dan semakin meneguhkan hati adinda kedua mempelai untuk menjadi seorang istri yang santun terhadap suami dan jadi seoarang suami yang jujur terhadap istri

Kerongkongkan tak pernah letih dari lantunan zikir dan do’a

Ruku’ dan Sujud jadi nafas rumah tangganya

KAMI UCAPKAN SELAMAT KEPADA ADINDA BERDUA

BESERTA AYAH DAN BUNDA

KAMI AKHIRI DENGAN UCAPAN

WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

UNTUK MAKAN SIANG DIAWALI DENGAN BERFOTO BERSAMA

Dan bapak ibu hadirin yang kami hormati sebelum kita melanjutkan kedua belah tangan kita memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai beserta keluarga

Kami mohon kesedian bapak dan ibu untuk tetap berada di tempat duduk sekitar beberapa menit lagi karena ada keinginan dari kedua mempelai untuk mengadakan foto bersama bapak ibu

Untuk photo bersama ini kami persilahkan kepada kedua mempelai untuk bersiap-siap beserta ayah dan bunda

Dan setelah poto kenangan ini, kami mohon kiranya bapak dan ibu untuk bersama-sama bersedia menuju meja hidangan yang sudah disiapkan pada posisi sayap kanan dan kiri tempat aula yang kita tempati ini bapak ibu

Kami persilahkan kepada ayah bunda untuk berdiri bersiap-siap

Untuk kesempatan yang pertama kami mohon kesediaan

Bapak ………………….. beserta Ibu berdampingan dengan bapak ……………………beserta Ibu

Setelah bapak ………………………. beserta ibu berdampingan dengan bapak ………………………….

Kita segera menuju meja hidangan bapak ibu

———————-UNTUK MAKAN

TANPA BERFOTO TERLEBIH DAHULU———————

Dan bapak ibu sebelum kita melanjutkan berjabat tangan kepada kedua mempelai beserta keluarga bertanda kita akan pamit untuk meninggalakan tempat acara resepsi ini,

Kami mohon kesediaan kita bersama-sama untuk menuju meja hidangan alah Prancis yang telah disediakan tuan rumah

Kami persilahkan bapak ibu barang dua baris-dua baris dengan dipandu oleh panitia

Untuk meja satu yang berada di sayap kanan bapak ibu dengan diawali bapak ………… ………………..dan selanjutnya dipandu panitia menuju meja satu …

Untuk meja dua yang berada di sayap kanan bagian tengah kami persialah bapak …………………… untuk mengajak bapak ibu menuju meja dua

Dst……………………..

Olah Vokal MC


MC adalah seorang yang akan memimpin suatu rentetan acara secara teratur dan rapih. Kemampuannya akan sangat menentukan apakah sebuah acara akan berlangsung lancar atau tersendat-sendat. Karena itu, seorang MC harus benar-benar menguasai seluruh aspek yang akan mempengaruhi kelancaran pada saat itu. Ia adalah benar-benar seorang sutradara pada sebuah acara.

Syarat-syarat menjadi seorang MC atau Pembawa Acara :

• Memiliki intelegensi tinggi.

• Berkepribadian dan mempunyai sifat yang baik.

• Berpenampilan atraktif dan simpatik (santun dan menarik).

• Memiliki jiwa pemimpin.

• Berbahasa dengan baik.

• Berbicara komunikatif.

• Sabar.

• Cekatan.

• Mempunyai naluri antisipasi yang baik.

• Memiliki spontanitas yang baik.

• Memiliki rasa humor yang tinggi.

• Berpengetahuan umum luas.

Menjadi seorang Pembawa Acara/Master Of Ceremony/ Public Speaker, tidak cukup hanya dengan modal suara bagus. Namun ada banyak penunjang yang perlu juga diperhatikan serius. Di bawah ini saya coba akan memberikan Tips yang barangkali bisa membantu anda untuk belajar menjadi seorang Pembawa Acara.

Untuk menjadi seorang Pembawa Acara, selain modal suara yang enak didengar, harus juga memiliki kepribadian & intelektual. Artinya Pembawa Acara harus memiliki pengetahuan luas, kaya akan perbendaharaan kata Seorang pembawa acarapun seorang seniman kata-kata, memiliki kemampuan bahasa yang memadai, kepribadian yang excellent, artinya dia harus luwes, percaya diri, berjiwa besar, memiliki sense of humor, disiplin, memiliki sikap yang benar, memahami etika, berpenampilan bersih, wajar, sopan dan menarik.Seorang Pembawa Acara akan menjadi pusat perhatian seperti layaknya artis yang tampil di panggung. Untuk itu tampil menarik & enak dilihat adalah suatu keharusan.

Persiapan yang bisa dilakukan saat menjadi Pembawa Acara adalah :

1. Rileks…Pastikan kondisi tubuh & suara fit, segar dan normalAtasi rasa gugup dengan menarik nafas panjang dan dalam, menggerakkan badan sedikit untuk sekedar melemaskan otot yang kaku, berdiri tegap lalu tersenyumlah

2. Know The Room (Kenalilah ruangan tempat anda akan menjadi Pembawa Acara)

3. Know The Audience (Kenali karakteristik tamu dan pandang mereka sebagai sahabat

4. Know The Material (Kuasai bahan/ acara yang akan dibawakan)Baca literature yang diperlukan untuk menunjang pengetahuan anda, karena semakin banyak yang anda ketahui tentang acara yang anda bawakan, pasti semakin Percaya Diri

5. Susun pointer untuk membantu mengingat apa yang akan diucapkan

6. Jangan terlalu sering mengucapkan kata (meminta) maaf pada audience

7. Jangan tinggalkan daftar acara atau rundown acara (meskipun sudah ada stage manager)

8. Pakaialah pakaian yang serasi/cocok dengan acara, jangan sampai saltum atau salah kostum. (Buatlah sedikit saja berbeda dengan tambahan assesories atau pernak-pernik jika harus memakai seragam yang sama dengan tamu atau panitia. Ingat Pembawa Acara adalah pusat perhatian)

9. Pakailah Make Up (meskipun anda laki-laki pakailah sedikit riasan wajah agar wajah tidak mengkilap atau berwarna gelap)

10. Lakukan gerakan tangan seperlunya saat sudah berada di atas pentas. Jangan sampai berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan. Karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan anda

11. Jaga mulut & tenggorokan selalu basah, untuk itu siapkan air putih yang siap diminum jika dibutuhkan

12. Jangan makan & minum yang akan mengganggu organ tubuh anda, minimal satu jam sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual), makanan pedas atau asam

13. Tampillah Percaya Diri dan Be Yourself

Teknik Vocal :

1. Intonasi (intonation) : Pakailan intonasi atau nada suara, irama bicara atau alunan nada dalam melafalkan kalimat

2. Aksentuasi (accentuation) atau logat. Lakukan stressing pada kalimat tertentu yang dianggap penting, Hindari logat kedaerahan yang medhok apabila menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing.

3. Kecepatan (speed) bicara. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat

4. Artikulasi (articulation) Yaitu kejelasan  pengucapan kalimat, pelafalan kata

5. Infleksi. Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat.

Teknik Performa  & Gesture:

1. Lakukan Eye Contact : Pandangi audience ke seluruh ruangan, padang tepat ke mata mereka, (bila memungkinkan dekati bila ada yang tidak interest dengan anda)

2. Lakukan gerakan tangan/isyarat/sikap yang alami, spontan (tidak dibuat-buat), tidak sepotong-sepotong, tidak ragu, serasi dengan kalimat yang diucapkan, gunakan penekanan pada point penting, tapi jangan berlebihan. But The Most important Gesture : TO SMILE

3. Gerakan Tubuh ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, kaki, lengan, bahu, mulut atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan

4. Jangan melakukan gerakan yang monoton misalnya meremas-remas jari, menepuk tangan, dll

5. Jangan lakukan gerakan yang tidak bermakna aatau tidak mendukung pembicaraan, misalnya memegang kerah baju, mengelus atau menyibak rambut, memainkan microphone, garuk-garuk kepala, dll

6. Makin besar jumlah audience, makin besar & lambat gerakan tubuh yang bisa kita lakukan, tapi kalau audience jumlahnya kecil lakukan gerakan tubuh ala kadarnya saja.

7. Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah Smilling Voice

8. Jangan sekali-kali anda membuat joke tapi anda sendiri tertawa terpingkal-pingkal

9. Jika melempar Joke lakukan sedikit pause untuk memberi kesempatan audience tertawa.

10. Jika dalam opening anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk memberi kesempatan audience menjawab

Saran :

1. Sebaiknya seorang Pembawa Acara / MC memiliki kemampuan menyusun acara yang sesuai dengan aturan protokoler, sehingga MC bisa memberi masukan pada penyelenggara acara, dan tidak sekedar menuruti keinginan penyelenggara yang belum tentu tepat.

2. Pembawa Acara / MC harus bisa berfikir dan bertindak cepat serta punya planning-planning cadangan, jika terjadi trouble yang tidak dikehendaki saat acara berlangsung. Sehingga acara tidak tampak kacau atau audience merasa bosan.

BODY LANGUAGE

  • Kontak Pandang (Eye Contact)

Seorang MC harus berani menatap mata audiensnya. Hal ini sangat penting  membangun kewibawaan MC dan menebarkan rasa percaya dirinya.Kontak pandang (eye contact) adalah sarana berkomunikasi yang sangat komunikatif. Kontak pandang yang dilakukan oleh MC akan memberikan kesan yang mendalam karena audiense merasa dihormati dan diperhatikan oleh sang MC.

  • sikap tubuhDuduk (jarang) : Tubuh tegak, bahu relaks, tangan diatas pangkuanBerdiri : Untuk wanita membentuk sudut 45° (salah satu kaki pose), tegak, dada tegap, bahu relaks dan untuk pria kaki sedikit terbuka.-Berjalan : Tubuh tegap, bahu relaks dan langkah mantap.

OLAH VOCAL

Oleh Muh. Abduh Abbas – JTVSenin, 01 Desember 2008
Dalam dunia penyiaran yang semakin berkembang dewasa ini, kemampuan vokal menjadi salah satu tumpuhan Presenter & MC untuk dapat menampilkan laku penyiarannya dengan baik. Lain perkataan , melalui kemampuan “ laku – vokal “ Presenter & MC dituntut untuk dapat menyampaikan informasi–informasi acara. Ia diharapkan untuk menampilkan gagasan–gagasan menjadi perwujudan yang nyata dengan bentuk penampilan yang diperhitungkan bagi penontonnya. Jika suara untuk melontarkan bahasa syiar itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka isi acara yang terkandung tak akan dapat dikomunikasikan kepada pendengar atau penonton. Sehingga yang perlu diingat bahwa vokal sebagai salah satu media pengungkapan ekspresi Presenter & MC, dan hal ini merupakan media penyajian informasi melalui dialog.Seorang Presenter & MC akan terlihat membawakan laku penampilannya dengan baik seolah tidak ada beban tekhnik sebab ia dengan kesadaran yang penuh telah melatih seluruh peralatan dirinya agar vokalnya menjadi lentur dan dapat berartikulasi dengan jelas. Ini semua dibutuhkan adanya suatu ketekunan, keuletan yang disertai dengan tekad dan kemauan keras untuk terus menerus melatih seluruh peralatan tersebut. Karena ketekunan dan keuletan berlatih akan dapat memanfaatkan dan mengembangkan kemampuan vokalnya tahap demi tahap. Tentu saja asalkan seorang Presenter & MC yang bersangkutan tidak memiliki atau mengidap cacat peralatan vokal.Bagian – bagian pokok yang menyangkut dengan suara / vokal :

A. Pernafasan

Nafas mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tanpa nafas yang baik kesehatan manusia akan sangat terpengaruhi. Bernafas untuk hidup sehari– hari dan bernafas untuk Presenter & MC sangatlah lain, meskipun sama–sama dalam hal bernafas. Bernafas untuk hidup berkenaan dengan bagaimana harus mengisi pada rongga dada yang berguna bagi pembakaran darah. Untuk ini tak ada faedahnya mengajarkan bagaimana caranya bernafas, karena sejak lahir kita telah bernafas.Kita tak akan berkata tanpa menarik nafas. Kata–kata yang kita lepaskan diikuti dengan keluarnya udara dari mulut. Jika persediaan udara dalam rongga dada telah terkuras keluar maka tak sepatah katapun dapat kita ucapkan dengan jelas, karena nafaslah yang menjadi sumber tenaga penggerak / penggetar pita suara kita.Ada tiga macam cara pernafasan yaitu sebagai berikut:

a. Pernafasan dada yaitu saat kita bernafas maka bagian dada yang mengembang dan mengempis bila kita mengeluarkan nafas. Pernafasan dada kurang baik dilakukan dalam menghimpun tenaga sebagai penggetar sumber suara. Karena mengakibatkan Presenter & MC merasa cepat lelah dalam memproduksikan suara, sebab peralatan pernafasan tidak dapat bekerja dengan leluasa. Demikian juga Presenter & MC akan cepat merasa gatal – gatal ditenggorokan dan disusul kemudian dengan penampilan suara yang serak.

b. Pernafasan perut yakni saat kita bernafas maka bagian perut yang mengembang dan mengempis saat kita menghembuskan nafas. Pernafasan perut ini kurang mempunyai daya untuk mendukung pembentukan volume suara. Tapi pernafasan ini cukup baik untuk melatih vokal dari pada pernafasan dada.

c. Pernafasan Diafragma yaitu dada dan perut mengembang saat kita bernafas. Dimana tahapan perut lebih dominan dari pada dada. Pernafasan Diafragma adalah yang paling efektif bagi seorang Presenter & MC dan paling menguntungkan dalam berolah vokal. Sebab tidak mengakibatkan ketegangan pada peralatan pernafasan dan peralatan suara serta juga mempunyai cukup daya untuk pembentukan volume suara.

Ada baiknya juga mengadakan latihan pernafasan dengan cara lainnya karena pernafasan seseorang tergantung pada kebutuhan kegiatan fisiknya ( misalnya akrobat ) menuntut jenis pernafasan yang lain.Perlu diperhatikan bahwa untuk wanita, pernafasan yang cocok adalah yang menggunakan perut dengan bagian dada ikut bekembang sedikit sekali dibandingkan dengan pernafasan pria. Hal ini disebabkan karena memang adanya perbedaan alamiah pada susunan tubuh.

B. Membuka Laring

Laring (larink) terletak di bagian atas pipa suara yang terdapat sepasang pita suara. Apabila pita tersentuh udara atau nafas, maka akan bergetarlah ia sehingga menimbulkan suara secara efektif sehingga tidak mampu menggunakan suaranya dengan benar. Dikatakan laring itu tertutup apabila :- – – Laring akan selalu terbuka apabila seseorang melatihnya dengan sensasi untuk mendapatkan ruang yang cukup banyak di mulut bagian belakang (seperti misalnya kita sedang menguap).suaranya datar. ketika menghirup udara, terdengar suara yang menyertainya. otot pada leher bagian belakang terjadi kontraksi, juga otot–otot di bawah dagu.C. PengucapanUntuk dapat berartikulasi dengan baik dibutuhkan kelenturan alat–alat pengucapan, sering kita lihat seorang Presenter & MC yang bersuara cukup nyaring tetapi tidak menampilkan artikulasi yang cukup baik maka kejelasan informasi pun terhambat pula. Salah satu penghambatnya adalah selain otot–otot peralatan pengucapan yang kurang terlatih, juga disebabkan yang bersangkutan segan atau malu untuk membentuk rongga bibir sesuai dengan bentuk lambang bunyi yang dibawakan. Bahkan banyak orang yang enggan membuka mulut selagi membentuk artikulasinya. Tentu saja hal semacam ini tidak pada tempatnya.Artikulasi yang baik akan dapat dicapai dengan menempatkan posisi alat–alat pengucapan pada posisi yang wajar tetapi dengan penggunaan tenaga yang efektif dan senantiasa terkontrol. Suara ucapan panjang atau pendek caranya harus membangun pada suatu klimaks. Ini berarti bahwa satu dari unsur–unsur berikut harus dikembangkan dari permulaan, yaitu volume, intensitas emosi, variasi jarak kecepatan, nada atau irama ( diksi, tekanan ). Latihan menciptakan irama gunanya agar Presenter & MC mampu menghindari pengucapan dialog yang monoton ( datar ). Bayangkan saja apa yang terjadi pada penonton kalau Presenter & MC yang pengucapannya monoton. Penonton jadi bosan, jenuh.

Seorang Penyiar ( Presenter & MC ) yang baik akan selalu memperhatikan kebutuhan latihan. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Latihan-latihan itu antara lain :

1. Pernafasan

2. Pengucapan

3. Kelancaran

4. Intonasi

5. Menyusun Kalimat

6. Membaca ( Koran, Majalah dan Ilmu Pengetahuan )

7. Irama dll.

MELATIH SUARA DIAFRAGMA
Kualitas suara yang diperlukan seorang pembawa acara adalah “suara perut”, suara yang keluar dari rongga badan antara dada dan perut –dikenal dengan sebutan “suara diafragma”.Jenis suara ini akan lebih bertenaga (powerful), bulat, terdengar jelas, dan keras tanpa harus berteriak. Untuk bisa mengeluarkan suara diafragma, kita dapat melakukan latihan ringan sebagai berikut:

1. Ucapkan huruf vocal A, I, U, E, O dengan panjang-panjang. Contoh: tarik nafas, lalu suarakan AAAAAaaaaaaaaaaaaa… (dengan bulat), terus, sampai habis nafas. Dilanjutkan lagi untuk huruf lainnya.

2. Suarakan AAAAaaaaaaa… dari nada rendah, lalu naik sampai AAAAaaaaaaa… nada tinggi.

3. Ambil napas pelan-pelan. Ketika diafragma dirasa udah penuh, buang pelan-pelan. Untuk nambah power, buang nafas itu, hela dengan cara berdesis: ss… ss… ss… (putus-putus), seperti memompa isi udara keluar. Akan tampak diafragma Anda bergerak.

4. Saat mengambil napas, bahu jangan sampai terangkat. Kalau terangkat, berarti Anda bernapas dengan paru-paru. Contoh: ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget, ia akan mengambil napas dengan paru-paru. Makanya, orang kaget suka megang dada. (www.romeltea.com).*
Sambil melatih vokal Anda, lakukanlah di depan cermin  agar sekaligus melatih penampilan dan pembawaan Anda. Ada baiknya juga sekali-kali membaca puisi dengan lantang di depan kaca, sekaligus untuk melatih intonasi dan jeda Anda. Jangan segan minta pendapat teman atau orang lain tentang kualitas MC Anda. Anda juga perlu sering mengamati cara presenter atau MC papan atas dalam membawakan acara, ambil tekhnik-tehnik mereka yang bagus dan bisa Anda terapkan.

Kunci sukses seorang MC juga ditentukan oleh ‘jam terbang’ nya, dengan kata lain pengalaman praktek menjadi pembawa acara sangat mutlak diperlukan. Karena itu teruslah berlatih dan mengasah ketrampilan Anda , setiap ada kesempatan atau event untuk melakukannya, ambillah itu dan lakukan tugas Anda dengan penuh percaya diri. Selamat mencoba ^_^.

Perbedaan MC dan Protokoler


Pembawa acara adalah pengarah acara. Karna sangat terikat pada etika protokoler , dan banyak improvisasi dalam menghantar acara. Jenis acara yang dibawakan adalah acara resmi. Karakteristiknya adalah : formal , serius, dan hidmat,contohya: pelantikan dan serah terima jabatan.

MC adalah orang yang bertugas pemandu acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara, acara yang biasa dibawakan menuntut kreativitas dalam improvisasi dan memungkinkan adanya dialog dengan audiens. Jenis acara yang dibawakan adalah, acara hiburan, acara seni hiburan, eksibisi, dan yang sesuai dengan karekteristiknya yang meriah, semangat, dan emosional. Contohnya: pameran foto dan pameran elektronik.

Presenter adalah orang yang mempresentasikan suatu materi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada audiens dan memungkinkan adanya dialog. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara yang resmi dengan karekteristiknya yang formal, serius, dan hidmat. Contohnya: seminar, symposium, kongres.

Entertainer adalah setingkat lebih tinggi dari MC, karena adanya tuntutan acara yang mengharuskan seorang entertainer menampilkan kepandaian yang lain misalnya seorang penyanyi yang merangkap sebagi MC. Jenis acara yang di bawakan adalah acara hiburan dengan karakteristiknya yang meriah, semangat dan emosional. Contohnya konser musik, panggung hiburan dan sbg.

Protokoler adalah orang yang melaksanakan tata acara dan tata krama (penghormatan) dengan wicaranya. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dan hidmat. Contohnya acara kenegaran, upacara kenaikan bendera 17 agustus.

Announcer adalah para penyiar-penyiar radio dan televisi. Kehadiranya di media elektronik tidak di pengaruhi oleh kondisi audiens. Pemyiar hanya melaksanakan “one way flow communication”. Jenis acara yang di bawakan adalah acara resmi dengann karakteristiknya yang formal , serius, dan hidmat. Contohnya: acara pembukan dan penutupan siaran di TV atau radio.

Public speaker adalah orang berbicara untuk atau didepan umum, atau mereka juga bisa berbicara tanpa berhadapan langsung dengan audiens. Orang yang biasa dijadikan public speaker adalah orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu, dan biasanya mereka di anggap ahli di bidangnya masing-masing. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dan hidmat. Mereka di jadikan sebagai rujukan dan sumber informasi bagi para pemburu berita ataupun oleh kalangan pelajar.

Moderator adalah orang yang mengendalikan dan mengarahkan pusat pembicaran dalam forum yang di anggap resmi, misalnya seminar. Biasanya acara yang di bawakan adalah acara-acara yang resmi. Contohnya seminar, lokakarya, diskusi

 

Syarat MC


Menjadi seorang Pembawa Acara/Master Of Ceremony/ Public Speaker, tidak cukup hanya dengan modal suara bagus. Namun ada banyak penunjang yang perlu juga diperhatikan serius. Di bawah ini saya coba akan memberikan Tips yang barangkali bisa membantu anda untuk belajar menjadi seorang Pembawa Acara.

Untuk menjadi seorang Pembawa Acara, selain modal suara yang enak didengar, harus juga memiliki kepribadian & intelektual. Artinya Pembawa Acara harus memiliki pengetahuan luas, kaya akan perbendaharaan kata (meminjam istilah yang trend dikalangan orang radio disebut Penyiar Radio adalah Seniman kata-kata). Seorang pembawa acarapun seorang seniman kata-kata, memiliki kemampuan bahasa yang memadai, kepribadian yang excellent, artinya dia harus luwes, percaya diri, berjiwa besar, memiliki sense of humor, disiplin, memiliki sikap yang benar, memahami etika, berpenampilan bersih, wajar, sopan dan menarik.

Seorang Pembawa Acara akan menjadi pusat perhatian seperti layaknya artis yang tampil di panggung. Untuk itu tampil menarik & enak dilihat adalah suatu keharusan.

Persiapan yang bisa dilakukan saat menjadi Pembawa Acara adalah :

  1. Rileks…Pastikan kondisi tubuh & suara fit, segar dan normal

Atasi rasa gugup dengan menarik nafas panjang dan dalam, menggerakkan badan sedikit untuk sekedar melemaskan otot yang kaku, berdiri tegap lalu tersenyumlah

  1. Know The Room (Kenalilah ruangan tempat anda akan menjadi Pembawa Acara)
  2. Know The Audience (Kenali karakteristik tamu dan pandang mereka sebagai sahabat)
  3. Know The Material (Kuasai bahan/ acara yang akan dibawakan)
  4. Baca literature yang diperlukan untuk menunjang pengetahuan anda, karena semakin banyak yang anda ketahui tentang acara yang anda bawakan, pasti semakin Percaya Diri
  5. Susun pointer untuk membantu mengingat apa yang akan diucapkan
  6. Jangan terlalu sering mengucapkan kata (meminta) maaf pada audience
  7. Jangan tinggalkan daftar acara atau rundown acara (meskipun sudah ada stage manager)
  8. Pakaialah pakaian yang serasi/cocok dengan acara, jangan sampai saltum atau salah kostum. (Buatlah sedikit saja berbeda dengan tambahan assesories atau pernak-pernik jika harus memakai seragam yang sama dengan tamu atau panitia. Ingat Pembawa Acara adalah pusat perhatian)
  9. Pakailah Make Up (meskipun anda laki-laki pakailah sedikit riasan wajah agar wajah tidak mengkilap atau berwarna gelap)
  10. Lakukan gerakan tangan seperlunya saat sudah berada di atas pentas. Jangan sampai berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan. Karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan anda
  11. Jaga mulut & tenggorokan selalu basah, untuk itu siapkan air putih yang siap diminum jika dibutuhkan
  12. Jangan makan & minum yang akan mengganggu organ tubuh anda, minimal satu jam sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual), makanan pedas atau asam
  13. Tampillah Percaya Diri dan Be Yourself

Teknik Vocal :

  1. Intonasi (intonation) : Pakailan intonasi atau nada suara, irama bicara atau alunan nada dalam melafalkan kalimat
  2. Aksentuasi (accentuation) atau logat. Lakukan stressing pada kalimat tertentu yang dianggap penting, Hindari logat kedaerahan yang medhok apabila menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing.
  3. Kecepatan (speed) bicara. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat
  4. Artikulasi (articulation) Yaitu kejelasan  pengucapan kalimat, pelafalan kata
  5. Infleksi. Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat

Teknik Performa  & Gesture

  1. Lakukan Eye Contact : Pandangi audience ke seluruh ruangan, padang tepat ke mata mereka, (bila memungkinkan dekati bila ada yang tidak interest dengan anda)
  2. Lakukan gerakan tangan/isyarat/sikap yang alami, spontan (tidak dibuat-buat), tidak sepotong-sepotong, tidak ragu, serasi dengan kalimat yang diucapkan, gunakan penekanan pada point penting, tapi jangan berlebihan. But The Most important Gesture : TO SMILE
  3. Gerakan Tubuh ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, kaki, lengan, bahu, mulut atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan
  4. Jangan melakukan gerakan yang monoton misalnya meremas-remas jari, menepuk tangan, dll
  5. Jangan lakukan gerakan yang tidak bermakna aatau tidak mendukung pembicaraan, misalnya memegang kerah baju, mengelus atau menyibak rambut, memainkan microphone, garuk-garuk kepala, dll
  6. Makin besar jumlah audience, makin besar & lambat gerakan tubuh yang bisa kita lakukan, tapi kalau audience jumlahnya kecil lakukan gerakan tubuh ala kadarnya saja.
  7. Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah Smilling Voice
  8. Jangan sekali-kali anda membuat joke tapi anda sendiri tertawa terpingkal-pingkal
  9. Jika melempar Joke lakukan sedikit pause untuk memberi kesempatan audience tertawa.
  10. Jika dalam opening anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk memberi kesempatan audience menjawab

Saran :

  1. Sebaiknya seorang Pembawa Acara / MC memiliki kemampuan menyusun acara yang sesuai dengan aturan protokoler, sehingga MC bisa memberi masukan pada penyelenggara acara, dan tidak sekedar menuruti keinginan penyelenggara yang belum tentu tepat.
  2. Pembawa Acara / MC harus bisa berfikir dan bertindak cepat serta punya planning-planning cadangan, jika terjadi trouble yang tidak dikehendaki saat acara berlangsung. Sehingga acara tidak tampak kacau atau audience merasa bosan.